QWorks Civil Learning
Animasi proses / Perkerasan jalan · Pelaksanaan di lapangan
Di lapangan · alat bergerak bersamaGerak dipercepat untuk animasiBeta

Penghamparan dan pemadatan campuran beraspal

Campuran dari AMP baru menjadi perkerasan setelah dihampar dan dipadatkan selagi masih panas. Iring-iringan alat bergerak bersama: distributor menyemprot lapis perekat, truk menuang ke finisher, screed meratakan, lalu tiga jenis pemadat menyusul berurutan. Warna hamparan menunjukkan tahap pemadatan yang sudah dilaluinya. Gerak alat dipercepat untuk animasi.

Memuat animasi…

Penjelasan tertulis

Urutan tahap penghamparan dan pemadatan aspal

Lapis perekatTack coat · Di lapangan

Distributor aspal menyemprotkan lapisan aspal tipis dan merata ke permukaan yang sudah dibersihkan, supaya lapis baru menyatu dengan lapis di bawahnya. Di atas lapis fondasi agregat dipakai lapis resap pengikat (prime coat).

  • Permukaan bersih dari debu dan kering
  • Takaran dalam liter per m² sesuai spesifikasi, diperiksa dengan lembar penampung yang ditimbang
  • Ditunggu sampai siap sebelum campuran dihampar

Kesalahan umum: Takaran berlebih atau tidak merata. Bagian yang terlalu banyak membuat aspal naik ke permukaan, bagian yang kosong membuat lapis baru tidak menyatu dan mudah bergeser.

Truk pengangkutHaul truck · Di lapangan

Truk datang berurutan dari AMP. Suhu campuran diperiksa sebelum dituang, lalu truk mundur sampai menempel ke rol pendorong finisher dan dituang perlahan sambil didorong finisher.

  • Suhu campuran saat tiba
  • Waktu tunggu truk, agar finisher tidak berhenti
  • Tiket berat dan nomor batch dicatat

Kesalahan umum: Truk menabrak finisher saat mundur. Screed terguncang dan meninggalkan benjolan melintang di hamparan. Di Asphalt Lab: Batas suhu saat tiba mengacu suhu pemadatan dari kurva viskositas aspal.

Asphalt finisherPaver · Di lapangan

Campuran di hopper dibawa conveyor ke belakang, lalu auger membaginya ke seluruh lebar hamparan di depan screed. Finisher bergerak dengan kecepatan tetap.

  • Kecepatan tetap dan finisher tidak berhenti-henti
  • Hopper tidak dibiarkan kosong
  • Tinggi campuran di depan auger stabil

Kesalahan umum: Finisher berhenti menunggu truk. Setiap berhenti meninggalkan bekas gelombang dan bagian yang tersegregasi.

Screed & tebal hamparanScreed · Di lapangan

Screed yang dipanaskan meratakan campuran dan memadatkannya sedikit dengan tamper atau getaran. Tebal hamparan gembur diatur lebih tebal dari tebal padat rencana karena akan turun saat dipadatkan. Sensor kerataan mengikuti tali atau ski acuan.

  • Tebal gembur diukur berkala di belakang screed
  • Kemiringan melintang sesuai gambar
  • Screed dipanaskan sebelum mulai

Kesalahan umum: Tebal gembur tidak pernah diukur. Setelah dipadatkan hamparan kurang tebal di satu tempat dan boros campuran di tempat lain. Di Pavement Design: Tebal rencana tiap lapis berasal dari desain perkerasan.

Pemadatan awalBreakdown rolling · Di lapangan

Tandem roller beroda baja memadatkan segera di belakang finisher selagi campuran masih panas. Lintasan dibuat tumpang tindih dan roller bergerak maju-mundur dengan kecepatan pelan dan tetap.

  • Dimulai dalam rentang suhu pemadatan
  • Kecepatan pelan dan tetap
  • Lintasan tumpang tindih sampai tepi hamparan

Kesalahan umum: Pemadatan awal terlambat karena roller sibuk di tempat lain. Campuran keburu dingin dan kepadatan rencana tidak tercapai. Di Asphalt Lab: Suhu pemadatan dari kurva viskositas aspal (280 ± 30 cSt).

Pemadatan antaraPneumatic tired roller · Di lapangan

Pneumatic tired roller (PTR) beroda karet meremas campuran, menutup pori permukaan, dan menambah kepadatan. Jumlah lintasannya mengikuti hasil trial penghamparan.

  • Tekanan ban seragam
  • Ban dijaga tidak lengket dengan campuran
  • Jumlah lintasan sesuai hasil trial

Kesalahan umum: Jumlah lintasan dikira-kira. Sebagian hamparan kurang padat walaupun permukaannya terlihat rapi. Di Asphalt Lab: Kepadatan hasil trial penghamparan dibandingkan dengan kepadatan JMF (Gmb).

Pemadatan akhirFinish rolling · Di lapangan

Tandem roller tanpa getar menghilangkan bekas roda dari pemadatan sebelumnya dan merapikan permukaan.

  • Tanpa getar
  • Dilakukan selagi hamparan masih cukup hangat
  • Roller tidak berhenti atau berbelok di atas hamparan panas

Kesalahan umum: Roller berhenti di atas hamparan yang masih panas. Bekas lekukan roda tertinggal di permukaan.

SambunganJoints · Di lapangan

Sambungan melintang dibuat di awal dan akhir pekerjaan harian; sambungan memanjang terbentuk dengan lajur sebelahnya. Tepi lama dipotong tegak dan diolesi perekat sebelum lajur baru dihampar menempel.

  • Tepi lama dipotong tegak dan diberi perekat
  • Lajur baru menumpang sedikit di tepi lama
  • Sambungan dipadatkan lebih dulu

Kesalahan umum: Sambungan memanjang tidak dipadatkan dengan baik. Retak memanjang muncul dan air masuk ke lapis di bawahnya.

Uji kepadatan intiCore drill · Di lapangan

Setelah hamparan dingin, benda uji inti dibor di titik acak, lalu tebal dan kepadatannya diukur di laboratorium. Lubang bekas bor ditutup kembali.

  • Titik uji dipilih acak
  • Tebal padat dibandingkan dengan tebal rencana
  • Kepadatan lapangan dibandingkan dengan kepadatan JMF

Kesalahan umum: Titik uji hanya diambil di tempat yang terlihat bagus, sehingga hasil uji tidak mewakili hamparan. Di Asphalt Lab: Kepadatan inti dibandingkan dengan kepadatan JMF (Gmb).

Kerataan & lalu lintasSurface check & opening · Di lapangan

Kerataan diperiksa dengan mistar 3 m dan kemiringan melintang dicek. Lajur ditutup kerucut lalu lintas sampai hamparan cukup dingin untuk dilewati.

  • Celah di bawah mistar 3 m dalam batas spesifikasi
  • Kemiringan melintang
  • Lalu lintas dibuka setelah hamparan dingin

Kesalahan umum: Lalu lintas dibuka saat hamparan masih panas. Alur roda kendaraan terbentuk sejak hari pertama.

Lanjutkan belajar

Materi dan modul terkait

Animasi beta. Ilustrasi skematis penghamparan satu lajur, bukan metode kerja. Jarak antar alat, kecepatan, dan angka di panel bersifat contoh; acuan pekerjaan tetap spesifikasi kontrak, JMF, dan hasil trial penghamparan.