QWorks Civil Learning
Materi dasar / Transportasi dan jalan
L1 DasarSpesifikasi Umum 2025Beta

Bahan perkerasan dan gradasi

Lapis fondasi jalan dibuat dari batu pecah berbagai ukuran. Bila ukurannya tepat tercampur, butir kecil mengisi rongga butir besar sehingga lapisan padat dan kuat. Topik ini melatih cara membaca hasil analisis saringan, membandingkannya dengan amplop spesifikasi, dan menggabungkan beberapa fraksi agregat dari unit pemecah batu (stone crusher).

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Menghitung persen tertahan dan persen lolos dari data analisis saringan, termasuk pemeriksaan selisih massa.
  2. Menggambar dan membaca kurva gradasi pada skala logaritma dan skala pangkat 0,45.
  3. Membandingkan gradasi dengan amplop spesifikasi di setiap ayakan.
  4. Menentukan proporsi dua atau tiga fraksi agregat dengan cara coba-coba dan ayakan kontrol.
  5. Menghitung Cu dan Cc untuk menilai apakah gradasi menerus.
Prasyarat

Persentase, logaritma, interpolasi linear.

Dipakai lagi di

Campuran beraspal (Marshall), desain tebal perkerasan, teknologi beton (agregat), pengendalian mutu lapangan.

Setara

2 pertemuan kuliah dan 1 praktikum · sekitar 2 jam belajar mandiri

Intuisi

Toples kerikil yang diisi pasir

Isi toples 1 liter dengan kerikil. Masih ada sekitar 40 % rongga di antara butirnya. Tuang pasir: pasir masuk ke rongga tanpa menambah volume, sehingga campuran makin padat. Bila pasir terlalu banyak, kerikil terdorong saling menjauh dan tidak lagi saling mengunci. Gradasi yang baik mencari takaran di antaranya.

Teori dan rumus

Gradasi adalah sebaran ukuran butir

Contoh agregat kering ditimbang, lalu diayak melalui susunan ayakan dari yang terbesar sampai 0,075 mm. Massa yang tertahan di tiap ayakan diubah menjadi persen terhadap massa awal, lalu dijumlahkan dari atas. Persen lolos adalah 100 dikurangi persen tertahan kumulatif. Kurva persen lolos terhadap ukuran ayakan disebut kurva gradasi.

Persen tertahan di ayakan i
Ri = 100 · mi / M0
ASTM C136
Persen lolos ayakan j
Pj = 100 − Σi≤j Ri
Pemeriksaan selisih massa
|M0 − (Σmi + mpan)| / M0 ≤ 0,3 %
ASTM C136
Gradasi gabungan beberapa fraksi
Pgab,j = Σ pk · Pk,j, dengan Σ pk = 1
Dua fraksi dengan satu ayakan kontrol
p1 = (T − P2) / (P1 − P2); p2 = 1 − p1
Garis kepadatan maksimum (pangkat 0,45)
P = 100 · (d / D)0,45
Fuller–Thompson; FHWA
Koefisien keseragaman dan kelengkungan
Cu = D60 / D10; Cc = D30² / (D10 · D60)
Das

m dalam gram, persen terhadap massa kering awal M0 (termasuk butir halus yang hilang saat dicuci). d = ukuran ayakan (mm), D = ukuran butir maksimum. Dx = ukuran butir pada x % lolos, dibaca dengan interpolasi pada skala log.

Ayakan yang dipakai di topik ini

Nama ayakan1½"1"3/8"No. 4No. 10No. 40No. 200
Bukaan (mm)37,5259,54,752,00,4250,075

Jenis gradasi

  • Menerus (bergradasi baik). Semua ukuran ada dalam takaran seimbang; kurva landai dan mulus. Untuk kerikil disebut bergradasi baik bila Cu ≥ 4 dan 1 ≤ Cc ≤ 3 (sistem USCS, Das).
  • Seragam. Hampir semua butir berukuran sama; kurva curam, rongga besar.
  • Senjang. Satu rentang ukuran hilang; kurva mendatar di rentang itu.

Amplop spesifikasi dan penggabungan agregat

Spesifikasi memberi batas bawah dan atas persen lolos di setiap ayakan, disebut amplop gradasi. Satu fraksi dari stone crusher jarang memenuhi amplop sendirian, jadi dua atau tiga fraksi dicampur. Proporsi dicari dengan coba-coba: pilih proporsi awal (atau hitung dari satu ayakan kontrol), hitung gradasi gabungan, periksa setiap ayakan, lalu geser proporsi fraksi yang menyebabkan pelanggaran. Bila tidak ada proporsi yang memenuhi, perlu fraksi lain, misalnya abu batu atau filler.

Grafik pangkat 0,45 memakai d0,45 sebagai sumbu mendatar. Pada grafik ini garis kepadatan maksimum menjadi garis lurus dari titik nol ke ukuran maksimum, sehingga mudah melihat gradasi yang terlalu rapat atau terlalu kasar. Fuller dan Thompson semula memakai pangkat 0,5; FHWA kemudian memakai pangkat 0,45.

Acuan: ASTM C136/C136M, metode uji analisis saringan agregat halus dan kasar (dasar persen dan batas selisih massa 0,3 %); Garber dan Hoel, Traffic and Highway Engineering, bab bahan perkerasan; Das, Principles of Geotechnical Engineering, bab klasifikasi (Cu, Cc). Amplop gradasi lapis fondasi agregat ditetapkan di Divisi 5 Spesifikasi Umum Bina Marga 2025 (SE 07/SE/Db/2025). Angka amplop di modul ini adalah nilai contoh dan wajib diganti dengan tabel resmi sebelum dipakai.

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · analisis saringan abu batudasar

Contoh abu batu kering M0 = 1.000 g diayak. Massa tertahan: ayakan 37,5; 25; dan 9,5 mm masing-masing 0 g; 4,75 mm 60 g; 2,0 mm 320 g; 0,425 mm 340 g; 0,075 mm 160 g; pan 118 g. Hitung persen lolos tiap ayakan dan periksa selisih massa.

  1. Selisih massa

    Jumlah
    60 + 320 + 340 + 160 + 118 = 998 g
    Selisih
    (1.000 − 998) / 1.000 × 100 = 0,2 % ≤ 0,3 %
  2. Persen tertahan kumulatif terhadap M0

    4,75 mm
    60 / 1.000 = 6,0 %
    2,0 mm
    (60 + 320) / 1.000 = 38,0 %
    0,425 mm
    720 / 1.000 = 72,0 %
    0,075 mm
    880 / 1.000 = 88,0 %
  3. Persen lolos

    Hasil
    100; 100; 100; 94,0; 62,0; 28,0; 12,0 %
    Catatan
    Lolos 0,075 mm = 12,0 % sudah mencakup 2 g yang hilang, sesuai dasar perhitungan terhadap M0
Artinya: Abu batu ini kaya butir halus: 12 % lolos 0,075 mm. Sendirian ia terlalu halus untuk lapis fondasi, tetapi berguna untuk mengisi rongga fraksi kasar.
Contoh 2 · dua fraksi dengan ayakan kontrolmenengah

Fraksi A (batu pecah 20–37,5 mm) lolos 4,75 mm sebanyak 2 %, fraksi C (abu batu) 94 %. Cari proporsi agar gabungan lolos 4,75 mm sebesar 36,5 % (tengah amplop contoh 29–44 %), lalu periksa ayakan lain terhadap amplop contoh.

  1. Proporsi dari ayakan kontrol 4,75 mm

    Rumus
    pC = (T − PA) / (PC − PA)
    Substitusi
    (36,5 − 2) / (94 − 2) = 34,5 / 92
    Hasil
    pC = 0,375; pA = 0,625
  2. Periksa ayakan lain

    25 mm
    0,625 × 55 + 0,375 × 100 = 71,9 %, di bawah batas 79 %
    9,5 mm
    0,625 × 8 + 0,375 × 100 = 42,5 %, di bawah batas 44 %
    2,0 mm
    0,625 × 1 + 0,375 × 62 = 23,9 %, memenuhi
    0,075 mm
    0,625 × 0,3 + 0,375 × 12 = 4,7 %, memenuhi
  3. Kesimpulan

    Hasil
    Dua fraksi tidak cukup: rentang 5–20 mm kosong (gradasi senjang)
Artinya: Ayakan kontrol hanya menjamin satu ayakan. Setiap proporsi harus diperiksa di semua ayakan; di sini perlu fraksi sedang untuk mengisi rentang 5–20 mm.
Contoh 3 · tiga fraksi dengan coba-cobaterapan

Tambahkan fraksi B (batu pecah 5–20 mm). Coba proporsi A : B : C = 25 : 45 : 30, lalu perbaiki. Data persen lolos tiap fraksi ada di gambar dan di tabel studi kasus.

  1. Percobaan pertama 25 : 45 : 30

    25 mm
    0,25 × 55 + 0,45 × 100 + 0,30 × 100 = 88,8 % > 85 %
    9,5 mm
    0,25 × 8 + 0,45 × 60 + 0,30 × 100 = 59,0 % > 58 %
    Diagnosis
    Terlalu banyak butir yang lolos 25 dan 9,5 mm: tambah fraksi A, kurangi B
  2. Percobaan kedua 40 : 25 : 35

    25 mm
    82,0 % (79–85)
    9,5 mm
    53,2 % (44–58)
    4,75 mm
    36,7 % (29–44)
    Ayakan halus
    2,0; 0,425; 0,075 mm: 23,1; 10,5; 4,6 % (17–30; 7–17; 2–8)
    Hasil
    Semua 7 ayakan memenuhi amplop contoh
  3. Bentuk kurva

    D10, D30, D60
    0,367; 3,10; 11,94 mm
    Cu, Cc
    32,5 dan 2,20: bergradasi baik
Artinya: Proporsi ini menjadi resep awal di stone crusher atau di pencampur. Di lapangan proporsi dipantau dengan uji gradasi berkala karena hasil pemecah batu berubah-ubah.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Rancang campuran agregat lapis fondasi. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Persen dihitung terhadap massa kering awal; selisih massa setelah pengayakan paling besar 0,3 %.
  • Persen lolos = 100 − persen tertahan kumulatif, dihitung dari ayakan terbesar.
  • Kurva gradasi digambar pada skala log; grafik pangkat 0,45 membuat garis kepadatan maksimum lurus.
  • Gradasi gabungan = jumlah proporsi × persen lolos tiap fraksi, di setiap ayakan.
  • Ayakan kontrol memberi proporsi awal; tetap periksa semua ayakan terhadap amplop.
  • Melewati batas atas berarti terlalu halus di ukuran itu; di bawah batas bawah berarti terlalu kasar.
  • Amplop resmi diambil dari Divisi 5 Spesifikasi Umum 2025; angka di modul ini hanya nilai contoh.
Lembar rumus

Pj = 100 − Σ 100·mi/M0

Pgab,j = Σ pk·Pk,j

p1 = (T − P2)/(P1 − P2)

P = 100·(d/D)0,45

Cu = D60/D10; Cc = D30²/(D10D60)

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.