QWorks Civil Learning
Step Solver / Hidroteknik dan SDA
L1 DasarMekanika fluidaBeta

Venturimeter: kontinuitas dan Bernoulli

Air mengalir dari pipa berdiameter D1 ke leher berdiameter D2. Kecepatan di leher naik (kontinuitas), sehingga tekanannya turun (Bernoulli). Beda tinggi piezometrik Δh yang terbaca di piezometer atau manometer dipakai untuk menghitung kecepatan dan debit.

Contoh soal

Soal

Venturimeter dipasang pada pipa air berdiameter 300 mm dengan leher berdiameter 150 mm. Manometer raksa (S = 13,6) yang dihubungkan ke penampang hulu dan leher menunjukkan beda tinggi 250 mm. Koefisien debit Cd = 0,98. Hitung debit air yang mengalir serta kecepatan di pipa dan di leher.

V₁ = 1,99 m/sV₂ = 7,96 m/sD₁ = 300 mm · D₂ = 150 mmΔh = 250 mm (S = 13,60)
Jawaban

Hasil

Beda tinggi piezometrik ΔH
3,150 m
kolom air
V1 di pipa
1,989 m/s
V2 di leher
7,957 m/s
Debit Q
140,61 L/s
0,1406 m³/s
Penyelesaian

Langkah penyelesaian

  1. Luas penampang: A1 = π × 0,300² / 4 = 0,07069 m²; A2 = π × 0,150² / 4 = 0,01767 m².
  2. Beda tinggi piezometrik dari manometer: ΔH = Δh·(Sm − 1) = 0,250 × (13,60 − 1) = 3,150 m kolom air.
  3. Bernoulli hulu–leher (pipa datar atau tinggi piezometrik sudah termasuk elevasi): ΔH = (V2² − V1²)/(2g); kontinuitas V1 = V2·A2/A1, sehingga V2 = √(2g·ΔH / (1 − (A2/A1)²)).
  4. V2,ideal = √(2 × 9,81 × 3,150 / (1 − 0,0625)) = 8,119 m/s; Qideal = A2·V2 = 0,01767 × 8,119 = 0,14348 m³/s.
  5. Debit nyata: Q = Cd·Qideal = 0,98 × 0,14348 = 0,14061 m³/s = 140,61 L/s.
  6. Kecepatan nyata: V1 = Q/A1 = 0,14061 / 0,07069 = 1,989 m/s; V2 = Q/A2 = 0,14061 / 0,01767 = 7,957 m/s.
Step Solver

Angka soalmu berbeda?

Buka templat ini di Step Solver, lalu ketik angka sesuai soalmu, termasuk angka yang dihitung dari NIM. Hasil dan langkahnya langsung dihitung ulang dengan angkamu. Gratis dan tanpa login.

Templat beta. Rumus templat ini diuji terhadap hitungan manual dari buku teks, tetapi tetap periksa dengan catatan kuliah dan standar yang dipakai dosenmu.