Di lapangan · satu titik tiangPukulan dan penetrasi dipercepatBeta
Pemancangan tiang beton pracetak
Tiang pracetak didirikan di dalam leader rig pancang lalu dipukul hammer sampai mencapai tanah keras. Bila satu segmen tidak cukup panjang, segmen berikutnya disambung dengan las. Pada 10 pukulan terakhir, kalendering merekam penurunan tiang per pukulan untuk menaksir daya dukungnya. Gerak tiang dan jumlah pukulan dipercepat untuk animasi.
Memuat animasi…
Penjelasan tertulis
Urutan tahap pemancangan tiang
1
Titik pancangSetting out · Di lapangan
Juru ukur memindahkan koordinat setiap tiang dari gambar kerja ke lapangan dengan total station, lalu menandainya dengan patok bernomor. Posisi patok diperiksa lagi sesaat sebelum tiang didirikan karena tanah di sekitar tiang yang sedang dipancang ikut bergeser.
Koordinat dan nomor tiang sesuai gambar kerja
Patok diperiksa ulang sebelum setiap tiang dipancang
Toleransi posisi kepala tiang mengikuti spesifikasi kontrak
Kesalahan umum: Patok terdesak tanah dari tiang sebelumnya dan tidak diperiksa ulang. Tiang terpancang di luar toleransi dan pile cap harus diperbesar.
2
Tiang pracetak di lokasiPrecast piles on site · Di lapangan
Tiang beton pracetak tiba per segmen, ditumpuk di atas bantalan kayu pada titik tumpu yang ditandai pabrik, dan diberi tanda setiap meter supaya kedalaman pemancangan dapat dibaca langsung dari badan tiang.
Umur dan kuat tekan beton tiang memenuhi syarat sebelum dipancang
Tiang ditumpuk dan diangkat pada titik yang ditandai
Segmen yang retak atau ujungnya rusak ditolak
Kesalahan umum: Tiang diangkat atau ditumpuk di sembarang titik. Tiang retak sebelum dipancang dan retaknya baru terlihat saat dipukul. Di Concrete Lab: Mutu beton tiang dari sertifikat pabrik atau uji tekan benda uji.
3
Rig pancangCrawler piling rig with leader · Di lapangan
Rig pancang adalah alat berat beroda rantai dengan tiang pemandu (leader) tegak di depannya. Leader menjaga hammer dan tiang tetap segaris, sementara winch mengangkat tiang dan hammer.
Rig berdiri di landasan yang rata dan cukup kuat
Leader tegak lurus atau sesuai kemiringan rencana
Kabel winch dan pengunci hammer diperiksa setiap hari
Kesalahan umum: Rig berdiri di tanah lunak tanpa pelat landasan. Rig miring saat memancang dan tiang ikut miring.
4
Penegakan dan kelurusanPitching and verticality check · Di lapangan
Tiang diangkat, didirikan di dalam leader, dan ujungnya diletakkan tepat di patok. Kelurusan diperiksa dari dua arah yang saling tegak lurus dengan theodolite atau unting-unting sebelum pemukulan dimulai, begitu juga setiap segmen sambungan.
Ujung tiang tepat di titik patok
Kemiringan diperiksa dari dua arah
Segmen sambungan segaris dengan segmen di bawahnya
Kesalahan umum: Kelurusan hanya diperiksa dari satu arah. Tiang tampak tegak dari depan, tetapi miring ke samping.
5
Hammer dieselDiesel hammer, cushion, and helmet · Di lapangan
Ram (pemukul) jatuh, memampatkan udara dan membakar solar di ruang bakar, lalu terlempar ke atas lagi oleh ledakan. Energi pukulan diteruskan ke tiang lewat bantalan kayu (cushion) dan topi tiang (helmet) agar kepala tiang tidak hancur.
Jenis dan berat ram sesuai rencana pemancangan
Tinggi jatuh ram dan jumlah pukulan per menit
Bantalan kayu diganti bila sudah keras atau terbakar
Kesalahan umum: Bantalan dipakai sampai hancur. Kepala tiang pecah, dan energi yang sampai ke tiang tidak lagi sesuai perhitungan.
6
Pemukulan tiangPile driving · Di lapangan
Setiap pukulan mengirim gelombang tegangan dari kepala ke ujung tiang dan mendorong tiang masuk ke tanah. Jumlah pukulan setiap 0,5 m atau 1 m penetrasi dicatat sepanjang pemancangan dalam catatan pemancangan (driving record).
Jumlah pukulan per meter penetrasi dicatat
Tiang tetap segaris dengan hammer selama dipukul
Pemancangan dihentikan bila kepala tiang retak atau jumlah pukulan melonjak tidak wajar
Kesalahan umum: Tiang terus dipukul walaupun penetrasinya hampir nol. Ujung tiang bisa rusak dan tiang patah di dalam tanah tanpa terlihat. Di Geotech Lab: Profil tanah dari sondir dan SPT membantu memperkirakan kedalaman tiang mencapai tanah keras.
7
Penyambungan lasWelded splice · Di lapangan
Bila satu segmen tidak cukup panjang, segmen berikutnya didirikan di atas segmen yang sudah terpancang, lalu pelat sambungan di ujung keduanya dilas keliling. Las diberi waktu dingin sebelum pemukulan dilanjutkan.
Kedua segmen segaris sebelum dilas
Las penuh keliling oleh juru las bersertifikat
Las didinginkan secara alami, tidak disiram air
Kesalahan umum: Las hanya di beberapa titik atau langsung disiram air agar cepat. Sambungan retak dan lepas saat tiang dipukul.
8
KalenderingFinal set record · Di lapangan
Pada akhir pemancangan, kertas ditempel pada tiang dan pensil digeser perlahan di atas mistar yang diam selama 10 pukulan terakhir. Garis yang tergambar menunjukkan penurunan tetap (set) dan pantulan elastis (rebound) tiang, yang dipakai untuk menaksir daya dukung dengan rumus dinamik.
Hammer bekerja normal dan tinggi jatuh ram sesuai rencana
Set dari 10 pukulan terakhir memenuhi kriteria
Kertas kalendering diberi nomor tiang dan tanggal
Kesalahan umum: Kalendering diambil setelah pemancangan berhenti lama. Tanah sempat mengunci tiang, set terbaca kecil, dan daya dukung terlihat lebih besar dari sebenarnya. Di Foundation Design: Kebutuhan kalendering dan uji beban tercantum di langkah Uji Beban & Penerimaan.
9
Pemotongan kepala tiangPile cut-off · Di lapangan
Setelah semua tiang dalam satu kelompok selesai dipancang, kepala tiang dipotong sampai elevasi rencana (cut-off level) dan tulangannya dibiarkan menonjol untuk dijangkarkan ke pile cap.
Elevasi potong sesuai gambar
Pemotongan tidak meretakkan badan tiang di bawahnya
Panjang tulangan stek cukup untuk penjangkaran
Kesalahan umum: Kepala tiang dihancurkan dengan cara yang meretakkan beton di bawah elevasi potong.
10
Uji PDAPile dynamic analysis · Di lapangan
Pada sebagian tiang, sensor regangan dan percepatan dipasang berpasangan di dekat kepala tiang lalu tiang dipukul ulang. Rekaman gelombangnya dianalisis untuk mendapatkan daya dukung, keutuhan tiang, dan energi hammer, sekaligus mengkalibrasi kriteria kalendering.
Jumlah dan lokasi tiang uji sesuai spesifikasi
Sensor terpasang berpasangan pada sisi berlawanan
Hasil dibandingkan dengan beban rencana dan hasil kalendering
Kesalahan umum: Kriteria set kalendering ditetapkan tanpa kalibrasi uji beban. Daya dukung hasil rumus dinamik bisa jauh berbeda dari kenyataan. Di Foundation Design: Kebutuhan uji beban statik atau PDA dicantumkan untuk dokumen perencanaan.
Animasi beta. Ilustrasi skematis satu titik tiang, bukan metode kerja. Jumlah pukulan, kecepatan penetrasi, dan angka di panel bersifat contoh; kriteria penghentian pemancangan (final set) mengikuti spesifikasi kontrak, perencana fondasi, dan kalibrasi uji beban.