QWorks Civil Learning
Materi dasar / Geoteknik
L1 DasarMekanika tanahBeta

Sifat dan klasifikasi tanah

Sebelum merancang fondasi, timbunan, atau jalan, engineer perlu tahu tanah macam apa yang ada di lapangan: seberapa padat, seberapa basah, dan termasuk kelompok apa. Topik ini menghitung besaran fase dari benda uji, membaca batas Atterberg, lalu memberi nama tanah dengan USCS dan AASHTO.

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Menggambar diagram fase dan menghitung e, n, w, S, γ, γd, γsat, dan γ' dari data laboratorium.
  2. Menentukan batas cair dari uji Casagrande (interpolasi 25 ketukan), lalu PI dan LI.
  3. Menghitung Cu dan Cc dari kurva gradasi.
  4. Mengklasifikasikan tanah dengan USCS (grafik plastisitas dan garis A) dan AASHTO (grup dan indeks grup).
Prasyarat

Massa, volume, dan berat jenis; logaritma basis 10.

Dipakai lagi di

Pemadatan, tegangan efektif, kuat geser, fondasi, perkerasan jalan.

Setara

2 pertemuan kuliah · sekitar 2 jam belajar mandiri

Intuisi

Gelas berisi kelereng dan air

Isi gelas 500 mL dengan kelereng. Kelereng hanya mengisi sekitar 300 mL; sisanya 200 mL adalah rongga (pori). Tuang air sedikit demi sedikit: air mengisi pori, udara keluar. Tanah bekerja persis seperti ini, hanya butirannya jauh lebih kecil.

Teori dan rumus

Tiga fase, dua batas konsistensi, dua sistem klasifikasi

Tanah terdiri atas butiran padat, air, dan udara. Semua besaran fase adalah perbandingan volume atau berat ketiganya. Perilaku tanah berbutir halus diwakili batas Atterberg; tanah berbutir kasar diwakili gradasinya. Dari keduanya tanah diberi nama yang dipahami semua engineer.

Angka pori dan porositas
e = Vv / Vs; n = Vv / V = e / (1 + e)
Kadar air dan derajat kejenuhan
w = Ww / Ws; S = Vw / Vv; hubungan kunci S·e = w·Gs
Berat volume
γ = Gs·γw(1 + w) / (1 + e); γd = γ / (1 + w) = Gs·γw / (1 + e)
Jenuh dan terendam
γsat = (Gs + e)·γw / (1 + e); γ' = γsat − γw
Batas cair Casagrande
LL = kadar air pada N = 25 ketukan, dibaca dari garis lurus w terhadap log N
SNI 1967:2008
Indeks plastisitas dan indeks cair
PI = LL − PL; LI = (wn − PL) / PI
SNI 1966:2008
Gradasi
Cu = D60 / D10; Cc = D302 / (D10·D60)
Garis A dan garis U
PI = 0,73(LL − 20); PI = 0,9(LL − 8)
SNI 6371:2015 Gambar 4
Indeks grup AASHTO
GI = (F200 − 35)[0,2 + 0,005(LL − 40)] + 0,01(F200 − 15)(PI − 10)
AASHTO M 145

γw = 9,81 kN/m³ (ρw = 1 g/cm³). w, S, n, LL, PL, PI dalam persen; dalam rumus fase w dan S dipakai sebagai desimal. F200 = persen lolos ayakan No.200 (0,075 mm), F4 = lolos No.4 (4,75 mm).

Konsistensi tanah berbutir halus

Indeks cair LIKadar air alamiPerilaku
LI < 0di bawah PLSemi padat sampai keras, retak bila diremas
0 – 1antara PL dan LLPlastis, bisa dibentuk
LI > 1di atas LLSangat lunak; bila diaduk bisa mengalir seperti lumpur (lempung lunak pesisir)

Langkah USCS (tanpa tanah organik)

  1. F200 ≥ 50 %: tanah berbutir halus. LL < 50: CL bila PI > 7 dan di atas garis A, CL-ML bila 4 ≤ PI ≤ 7 di atas garis A, selain itu ML. LL ≥ 50: CH di atas garis A, MH di bawahnya.
  2. F200 < 50 %: tanah berbutir kasar. Huruf pertama G bila fraksi kerikil (tertahan No.4) lebih besar daripada fraksi pasir, selain itu S.
  3. Butir halus < 5 %: W bila bergradasi baik (kerikil Cu ≥ 4, pasir Cu ≥ 6, dan 1 ≤ Cc ≤ 3), selain itu P.
  4. Butir halus > 12 %: M bila butir halusnya ML/MH, C bila CL/CH (CL-ML memberi GC-GM atau SC-SM).
  5. Butir halus 5–12 %: simbol ganda, misalnya SP-SM atau GW-GC.

Grup AASHTO (pilih grup pertama dari kiri yang cocok)

Grup% lolos No.10 / No.40 / No.200LLPI
A-1-a≤ 50 / ≤ 30 / ≤ 15–≤ 6
A-1-b– / ≤ 50 / ≤ 25–≤ 6
A-3– / ≥ 51 / ≤ 10–NP
A-2-4, A-2-5, A-2-6, A-2-7– / – / ≤ 35≤ 40, ≥ 41, ≤ 40, ≥ 41≤ 10, ≤ 10, ≥ 11, ≥ 11
A-4, A-5, A-6, A-7– / – / ≥ 36≤ 40, ≥ 41, ≤ 40, ≥ 41≤ 10, ≤ 10, ≥ 11, ≥ 11

A-7-5 bila PI ≤ LL − 30, A-7-6 bila PI > LL − 30. GI dibulatkan ke bilangan bulat terdekat, negatif dianggap 0; untuk A-1, A-3, A-2-4, A-2-5 GI = 0; untuk A-2-6 dan A-2-7 hanya suku kedua yang dipakai. Makin besar GI, makin buruk tanah sebagai tanah dasar jalan.

Acuan: Das, Principles of Geotechnical Engineering, bab hubungan berat-volume, plastisitas, dan klasifikasi tanah; SNI 1967:2008 (batas cair), SNI 1966:2008 (batas plastis dan indeks plastisitas), SNI 6371:2015 (USCS, adopsi modifikasi ASTM D2487-06: Tabel 1 bagan klasifikasi, Gambar 4 grafik plastisitas); AASHTO M 145 untuk sistem AASHTO.

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · besaran fase dari benda uji ringdasar

Benda uji tanah dari tabung ring bervolume 100 cm³ bermassa 190 g. Setelah dioven massanya 160 g. Berat jenis butir Gs = 2,70. Hitung w, γ, γd, e, n, S, γsat, dan γ'.

  1. Kadar air dan berat volume

    w
    (190 − 160) / 160 = 0,1875 = 18,75 %
    ρ
    190 / 100 = 1,90 g/cm³ → γ = 1,90 × 9,81 = 18,64 kN/m³
    ρd
    160 / 100 = 1,60 g/cm³ → γd = 15,70 kN/m³
  2. Angka pori dan porositas

    e
    Gs·ρw / ρd − 1 = 2,70 / 1,60 − 1 = 0,6875
    n
    0,6875 / 1,6875 = 0,407 = 40,7 %
  3. Derajat kejenuhan

    Rumus
    S = w·Gs / e
    Hasil
    0,1875 × 2,70 / 0,6875 = 0,736 = 73,6 %
  4. Bila tanah jenuh dan bila terendam

    γsat
    (2,70 + 0,6875) × 9,81 / 1,6875 = 19,69 kN/m³
    γ'
    19,69 − 9,81 = 9,88 kN/m³
Artinya: Seperempat pori masih berisi udara. Bila muka air tanah naik dan tanah menjadi jenuh, beratnya naik dari 18,64 ke 19,69 kN/m³; di bawah muka air, berat yang menekan butiran hanya 9,88 kN/m³. Angka ini dipakai lagi di topik tegangan efektif.
Contoh 2 · batas cair dari uji Casagrandemenengah

Uji batas cair lempung lunak dari pesisir Demak memberi data (N; w): (16; 71,2 %), (22; 69,1 %), (29; 67,0 %), (37; 65,4 %). Batas plastis PL = 29,0 % dan kadar air alami wn = 72,5 %. Tentukan LL, PI, LI, dan letaknya di grafik plastisitas.

  1. Garis lurus w terhadap log N (regresi kuadrat terkecil)

    Persamaan
    w = a + b·log N
    Hasil regresi
    a = 90,60; b = −16,08
  2. Batas cair pada 25 ketukan

    Substitusi
    LL = 90,60 − 16,08 × log 25 = 90,60 − 16,08 × 1,398
    Hasil
    LL = 68,1 %
  3. Indeks plastisitas dan indeks cair

    PI
    68,1 − 29,0 = 39,1 %
    LI
    (72,5 − 29,0) / 39,1 = 1,11
  4. Grafik plastisitas

    Garis A
    0,73 × (68,1 − 20) = 35,1 %
    Letak
    LL ≥ 50 dan PI 39,1 > 35,1: di atas garis A → CH
Artinya: LI lebih dari 1: kadar air alaminya di atas batas cair. Lempung ini sangat lunak dan bisa kehilangan kekuatan bila terganggu, khas endapan pesisir utara Jawa. Timbunan jalan di atasnya perlu perbaikan tanah.
Contoh 3 · klasifikasi pasir sungaiterapan

Pasir dari sungai akan dipakai sebagai urugan. Persen lolos ayakan 37,5; 19; 4,75; 2,0; 0,425; 0,15; 0,075 mm berturut-turut 100, 97, 90, 72, 38, 16, 7 %. Butir halusnya LL = 28 % dan PL = 23 %. Klasifikasikan menurut USCS dan AASHTO.

  1. Fraksi butiran

    Kerikil
    100 − 90 = 10 %
    Pasir
    90 − 7 = 83 %; butir halus 7 %
    Kesimpulan
    F200 < 50 % dan pasir > kerikil → huruf pertama S; butir halus 5–12 % → simbol ganda
  2. Diameter efektif dari kurva (interpolasi log)

    D60
    10^[log 0,425 + (60 − 38)/(72 − 38) × (log 2,0 − log 0,425)] = 1,158 mm
    D30, D10
    0,291 mm dan 0,0945 mm
  3. Koefisien gradasi

    Cu
    1,158 / 0,0945 = 12,25 ≥ 6, memenuhi
    Cc
    0,291² / (0,0945 × 1,158) = 0,77 < 1, tidak memenuhi
    Hasil
    bergradasi buruk (SP)
  4. Jenis butir halus dan simbol akhir

    PI
    28 − 23 = 5 %; garis A = 0,73 × (28 − 20) = 5,84 %
    Letak
    PI < garis A → ML → huruf M
    USCS
    SP-SM, pasir bergradasi buruk dengan lanau
  5. AASHTO

    A-1-a
    lolos No.10 = 72 % > 50 %, tidak cocok
    A-1-b
    No.40 = 38 ≤ 50, No.200 = 7 ≤ 25, PI = 5 ≤ 6, cocok
    Hasil
    A-1-b(0)
Artinya: Cu besar tetapi Cc kurang dari 1: butir berukuran menengah (antara D30 dan D60) kurang terwakili, sehingga syarat gradasi baik tidak terpenuhi. Bagi AASHTO bahan ini tetap baik untuk tanah dasar; bagi USCS gradasinya kurang ideal untuk dipadatkan, jadi pengawasan pemadatannya perlu lebih ketat.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Klasifikasikan contoh tanah dari laboratorium. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Diagram fase memisahkan butiran, air, dan udara; ambil Vs = 1 agar hitungan mudah.
  • Kunci hubungan fase: S·e = w·Gs.
  • Di bawah muka air tanah yang menekan butiran hanya γ' = γsat − γw.
  • LL dibaca pada 25 ketukan dari garis lurus w terhadap log N.
  • PI = LL − PL; LI > 1 berarti tanah sangat lunak.
  • USCS: F200 ≥ 50 % berbutir halus (grafik plastisitas), selain itu berbutir kasar (gradasi dan jenis butir halus).
  • AASHTO: eliminasi dari kiri; makin besar indeks grup, makin buruk sebagai tanah dasar.
Lembar rumus

n = e/(1 + e); S·e = w·Gs

γd = Gsγw/(1 + e); γsat = (Gs + e)γw/(1 + e)

Cu = D60/D10; Cc = D30²/(D10D60)

Garis A: PI = 0,73(LL − 20)

GI = (F − 35)[0,2 + 0,005(LL − 40)] + 0,01(F − 15)(PI − 10)

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.