Sifat dan klasifikasi tanah
Sebelum merancang fondasi, timbunan, atau jalan, engineer perlu tahu tanah macam apa yang ada di lapangan: seberapa padat, seberapa basah, dan termasuk kelompok apa. Topik ini menghitung besaran fase dari benda uji, membaca batas Atterberg, lalu memberi nama tanah dengan USCS dan AASHTO.
Setelah topik ini Anda mampu
- Menggambar diagram fase dan menghitung e, n, w, S, γ, γd, γsat, dan γ' dari data laboratorium.
- Menentukan batas cair dari uji Casagrande (interpolasi 25 ketukan), lalu PI dan LI.
- Menghitung Cu dan Cc dari kurva gradasi.
- Mengklasifikasikan tanah dengan USCS (grafik plastisitas dan garis A) dan AASHTO (grup dan indeks grup).
Massa, volume, dan berat jenis; logaritma basis 10.
Pemadatan, tegangan efektif, kuat geser, fondasi, perkerasan jalan.
2 pertemuan kuliah · sekitar 2 jam belajar mandiri
Gelas berisi kelereng dan air
Isi gelas 500 mL dengan kelereng. Kelereng hanya mengisi sekitar 300 mL; sisanya 200 mL adalah rongga (pori). Tuang air sedikit demi sedikit: air mengisi pori, udara keluar. Tanah bekerja persis seperti ini, hanya butirannya jauh lebih kecil.
Tiga fase, dua batas konsistensi, dua sistem klasifikasi
Tanah terdiri atas butiran padat, air, dan udara. Semua besaran fase adalah perbandingan volume atau berat ketiganya. Perilaku tanah berbutir halus diwakili batas Atterberg; tanah berbutir kasar diwakili gradasinya. Dari keduanya tanah diberi nama yang dipahami semua engineer.
γw = 9,81 kN/m³ (ρw = 1 g/cm³). w, S, n, LL, PL, PI dalam persen; dalam rumus fase w dan S dipakai sebagai desimal. F200 = persen lolos ayakan No.200 (0,075 mm), F4 = lolos No.4 (4,75 mm).
Konsistensi tanah berbutir halus
| Indeks cair LI | Kadar air alami | Perilaku |
|---|---|---|
| LI < 0 | di bawah PL | Semi padat sampai keras, retak bila diremas |
| 0 – 1 | antara PL dan LL | Plastis, bisa dibentuk |
| LI > 1 | di atas LL | Sangat lunak; bila diaduk bisa mengalir seperti lumpur (lempung lunak pesisir) |
Langkah USCS (tanpa tanah organik)
- F200 ≥ 50 %: tanah berbutir halus. LL < 50: CL bila PI > 7 dan di atas garis A, CL-ML bila 4 ≤ PI ≤ 7 di atas garis A, selain itu ML. LL ≥ 50: CH di atas garis A, MH di bawahnya.
- F200 < 50 %: tanah berbutir kasar. Huruf pertama G bila fraksi kerikil (tertahan No.4) lebih besar daripada fraksi pasir, selain itu S.
- Butir halus < 5 %: W bila bergradasi baik (kerikil Cu ≥ 4, pasir Cu ≥ 6, dan 1 ≤ Cc ≤ 3), selain itu P.
- Butir halus > 12 %: M bila butir halusnya ML/MH, C bila CL/CH (CL-ML memberi GC-GM atau SC-SM).
- Butir halus 5–12 %: simbol ganda, misalnya SP-SM atau GW-GC.
Grup AASHTO (pilih grup pertama dari kiri yang cocok)
| Grup | % lolos No.10 / No.40 / No.200 | LL | PI |
|---|---|---|---|
| A-1-a | ≤ 50 / ≤ 30 / ≤ 15 | – | ≤ 6 |
| A-1-b | – / ≤ 50 / ≤ 25 | – | ≤ 6 |
| A-3 | – / ≥ 51 / ≤ 10 | – | NP |
| A-2-4, A-2-5, A-2-6, A-2-7 | – / – / ≤ 35 | ≤ 40, ≥ 41, ≤ 40, ≥ 41 | ≤ 10, ≤ 10, ≥ 11, ≥ 11 |
| A-4, A-5, A-6, A-7 | – / – / ≥ 36 | ≤ 40, ≥ 41, ≤ 40, ≥ 41 | ≤ 10, ≤ 10, ≥ 11, ≥ 11 |
A-7-5 bila PI ≤ LL − 30, A-7-6 bila PI > LL − 30. GI dibulatkan ke bilangan bulat terdekat, negatif dianggap 0; untuk A-1, A-3, A-2-4, A-2-5 GI = 0; untuk A-2-6 dan A-2-7 hanya suku kedua yang dipakai. Makin besar GI, makin buruk tanah sebagai tanah dasar jalan.
Acuan: Das, Principles of Geotechnical Engineering, bab hubungan berat-volume, plastisitas, dan klasifikasi tanah; SNI 1967:2008 (batas cair), SNI 1966:2008 (batas plastis dan indeks plastisitas), SNI 6371:2015 (USCS, adopsi modifikasi ASTM D2487-06: Tabel 1 bagan klasifikasi, Gambar 4 grafik plastisitas); AASHTO M 145 untuk sistem AASHTO.
3 contoh, dari dasar ke terapan
Benda uji tanah dari tabung ring bervolume 100 cm³ bermassa 190 g. Setelah dioven massanya 160 g. Berat jenis butir Gs = 2,70. Hitung w, γ, γd, e, n, S, γsat, dan γ'.
Kadar air dan berat volume
- w
- (190 − 160) / 160 = 0,1875 = 18,75 %
- ρ
- 190 / 100 = 1,90 g/cm³ → γ = 1,90 × 9,81 = 18,64 kN/m³
- ρd
- 160 / 100 = 1,60 g/cm³ → γd = 15,70 kN/m³
Angka pori dan porositas
- e
- Gs·ρw / ρd − 1 = 2,70 / 1,60 − 1 = 0,6875
- n
- 0,6875 / 1,6875 = 0,407 = 40,7 %
Derajat kejenuhan
- Rumus
- S = w·Gs / e
- Hasil
- 0,1875 × 2,70 / 0,6875 = 0,736 = 73,6 %
Bila tanah jenuh dan bila terendam
- γsat
- (2,70 + 0,6875) × 9,81 / 1,6875 = 19,69 kN/m³
- γ'
- 19,69 − 9,81 = 9,88 kN/m³
Uji batas cair lempung lunak dari pesisir Demak memberi data (N; w): (16; 71,2 %), (22; 69,1 %), (29; 67,0 %), (37; 65,4 %). Batas plastis PL = 29,0 % dan kadar air alami wn = 72,5 %. Tentukan LL, PI, LI, dan letaknya di grafik plastisitas.
Garis lurus w terhadap log N (regresi kuadrat terkecil)
- Persamaan
- w = a + b·log N
- Hasil regresi
- a = 90,60; b = −16,08
Batas cair pada 25 ketukan
- Substitusi
- LL = 90,60 − 16,08 × log 25 = 90,60 − 16,08 × 1,398
- Hasil
- LL = 68,1 %
Indeks plastisitas dan indeks cair
- PI
- 68,1 − 29,0 = 39,1 %
- LI
- (72,5 − 29,0) / 39,1 = 1,11
Grafik plastisitas
- Garis A
- 0,73 × (68,1 − 20) = 35,1 %
- Letak
- LL ≥ 50 dan PI 39,1 > 35,1: di atas garis A → CH
Pasir dari sungai akan dipakai sebagai urugan. Persen lolos ayakan 37,5; 19; 4,75; 2,0; 0,425; 0,15; 0,075 mm berturut-turut 100, 97, 90, 72, 38, 16, 7 %. Butir halusnya LL = 28 % dan PL = 23 %. Klasifikasikan menurut USCS dan AASHTO.
Fraksi butiran
- Kerikil
- 100 − 90 = 10 %
- Pasir
- 90 − 7 = 83 %; butir halus 7 %
- Kesimpulan
- F200 < 50 % dan pasir > kerikil → huruf pertama S; butir halus 5–12 % → simbol ganda
Diameter efektif dari kurva (interpolasi log)
- D60
- 10^[log 0,425 + (60 − 38)/(72 − 38) × (log 2,0 − log 0,425)] = 1,158 mm
- D30, D10
- 0,291 mm dan 0,0945 mm
Koefisien gradasi
- Cu
- 1,158 / 0,0945 = 12,25 ≥ 6, memenuhi
- Cc
- 0,291² / (0,0945 × 1,158) = 0,77 < 1, tidak memenuhi
- Hasil
- bergradasi buruk (SP)
Jenis butir halus dan simbol akhir
- PI
- 28 − 23 = 5 %; garis A = 0,73 × (28 − 20) = 5,84 %
- Letak
- PI < garis A → ML → huruf M
- USCS
- SP-SM, pasir bergradasi buruk dengan lanau
AASHTO
- A-1-a
- lolos No.10 = 72 % > 50 %, tidak cocok
- A-1-b
- No.40 = 38 ≤ 50, No.200 = 7 ≤ 25, PI = 5 ≤ 6, cocok
- Hasil
- A-1-b(0)
Kerjakan dengan angka soalmu
Klasifikasikan contoh tanah dari laboratorium. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.
Yang perlu diingat
- Diagram fase memisahkan butiran, air, dan udara; ambil Vs = 1 agar hitungan mudah.
- Kunci hubungan fase: S·e = w·Gs.
- Di bawah muka air tanah yang menekan butiran hanya γ' = γsat − γw.
- LL dibaca pada 25 ketukan dari garis lurus w terhadap log N.
- PI = LL − PL; LI > 1 berarti tanah sangat lunak.
- USCS: F200 ≥ 50 % berbutir halus (grafik plastisitas), selain itu berbutir kasar (gradasi dan jenis butir halus).
- AASHTO: eliminasi dari kiri; makin besar indeks grup, makin buruk sebagai tanah dasar.
n = e/(1 + e); S·e = w·Gs
γd = Gsγw/(1 + e); γsat = (Gs + e)γw/(1 + e)
Cu = D60/D10; Cc = D30²/(D10D60)
Garis A: PI = 0,73(LL − 20)
GI = (F − 35)[0,2 + 0,005(LL − 40)] + 0,01(F − 15)(PI − 10)
Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.