Penimbangan dan pencampuran · per batchKoreksi kadar air agregatBeta
Cara kerja batching plant beton
Batching plant menimbang agregat, semen, air, dan aditif untuk setiap batch, mencampurnya di mixer, lalu menuangnya ke truck mixer. Kuncinya ada di timbangan: air yang terbawa pasir basah harus dikurangkan dari air campuran, supaya faktor air-semen tetap sesuai rancangan. Klik bagian plant untuk melihat fungsinya, lalu coba koreksi kadar air di bawah.
Memuat animasi…
Penjelasan tertulis
Urutan tahap batching plant beton
1
Bin agregatAggregate bin
Bin menampung pasir dan kerikil (split) menurut ukurannya. Untuk setiap batch, pintu bin dibuka bergantian sampai berat masing-masing tercapai di sabuk timbang di bawahnya.
Sekat antar bin, agar fraksi tidak tercampur saat loader mengisi
Stockpile tidak tercampur tanah atau kotoran
Kadar air pasir, bahan yang kadar airnya paling berubah-ubah
Kesalahan umum: Pasir basah setelah hujan dipakai tanpa koreksi kadar air. Air dalam campuran berlebih, faktor air-semen naik, dan kuat tekan turun. Di Concrete Lab: Proporsi agregat dan gradasi gabungan berasal dari rancangan campuran.
2
Sabuk timbang agregatAggregate weigh conveyor · Per batch
Sabuk di bawah bin duduk di atas sel beban dan menimbang secara kumulatif: pasir dulu sampai beratnya tercapai, lalu kerikil ditambahkan sampai berat total tercapai.
Timbangan dinolkan sebelum setiap batch
Kalibrasi berkala dengan beban uji
Berat aktual tiap bahan dalam toleransi
Kesalahan umum: Timbangan tidak dinolkan sehingga sisa material dari batch sebelumnya ikut terhitung, dan agregat batch ini kurang. Di Concrete Lab: Berat agregat per batch sudah termasuk koreksi kadar air lapangan.
3
Conveyor miring & hopper tungguInclined belt & waiting hopper · Per batch
Agregat yang sudah ditimbang dibawa conveyor miring ke puncak menara, lalu ditahan di hopper tunggu sampai mixer siap menerima batch berikutnya.
Sabuk bersih, tidak ada sisa yang terbawa ke batch berikutnya
Conveyor beratap agar agregat tidak kehujanan
Pintu hopper tunggu menutup rapat
Kesalahan umum: Agregat tertahan di sabuk atau hopper dan baru jatuh ke batch berikutnya, sehingga komposisi dua batch sama-sama meleset.
4
Silo semenCement silo
Silo menyimpan semen curah yang ditiupkan dari truk bulk. Screw conveyor di bawah silo mengalirkan semen ke timbangan semen di atas mixer.
Silo kedap air agar semen tidak menggumpal
Jenis semen tiap silo diberi tanda dan tidak tercampur
Filter debu di puncak silo berfungsi
Kesalahan umum: Semen jenis lain ditiupkan ke silo yang salah, sehingga dua jenis semen tercampur. Di Concrete Lab: Jenis dan berat jenis semen dipakai dalam rancangan campuran.
5
Timbangan semenCement weigh hopper · Per batch
Hopper timbang di atas mixer diisi screw sampai berat target, mula-mula cepat lalu pelan menjelang target, kemudian dikosongkan ke mixer.
Kalibrasi berkala
Toleransi berat semen paling ketat di antara semua bahan
Hopper benar-benar kosong setelah dituang
Kesalahan umum: Timbangan semen tidak dikalibrasi. Semen kurang dari rencana dan kuat tekan beton turun tanpa terlihat di lapangan. Di Concrete Lab: Kadar semen per m³ dari rancangan campuran.
6
AirWater tank & weigh · Per batch
Air dari tangki ditimbang atau diukur meteran, lalu dialirkan ke mixer. Jumlahnya adalah air rencana dikurangi air bebas yang sudah terbawa agregat basah.
Koreksi kadar air diperbarui setiap kali kondisi pasir berubah
Air bersih, bukan air bekas cucian truk
Meteran atau timbangan air dikalibrasi
Kesalahan umum: Air ditambahkan di truck mixer atau di lokasi agar slump naik. Faktor air-semen naik dan kuat tekan turun. Di Concrete Lab: Air bebas dan faktor air-semen rancangan, serta koreksi kadar air agregat.
7
AditifAdmixture dosing · Per batch
Aditif cair, misalnya plasticizer atau retarder, ditakar pompa dosis dan dimasukkan ke mixer bersama atau sesudah air.
Dosis dihitung dari berat semen
Tangki aditif diaduk dan tidak kedaluwarsa
Pompa dosis dikalibrasi
Kesalahan umum: Dosis aditif dikira-kira atau aditif dituang ke agregat kering, sehingga efeknya tidak merata. Di Concrete Lab: Jenis dan dosis aditif dalam rancangan campuran.
8
Mixer twin-shaftTwin-shaft mixer · Per batch
Dua poros berlengan berputar berlawanan arah dan mencampur semua bahan sampai seragam dalam waktu tertentu, lalu pintu bawah dibuka ke truck mixer.
Waktu campur cukup, dibuktikan dengan uji keseragaman
Urutan masuk bahan tetap
Lengan dan pelapis mixer tidak aus berlebihan
Kesalahan umum: Waktu campur dipendekkan demi produksi. Bagian awal dan akhir batch berbeda slump dan kuat tekan. Di Concrete Lab: Slump dan suhu beton rencana menjadi patokan pemeriksaan hasil campuran.
9
Ruang kontrolBatching control
Komputer batching menyimpan resep campuran, menerapkan koreksi kadar air, mengatur urutan timbang dan campur, lalu mencetak tiket pengiriman berisi berat aktual tiap bahan.
Resep di komputer sama dengan rancangan campuran terbaru yang disetujui
Kadar air agregat dimasukkan sebelum produksi
Tiket pengiriman dicocokkan dengan pesanan
Kesalahan umum: Resep lama atau resep mutu lain yang dipilih, sehingga beton yang dikirim tidak sesuai pesanan. Di Concrete Lab: Rancangan campuran yang sudah diverifikasi menjadi resep di komputer batching.
10
Truck mixerTruck mixer · Per batch
Drum truck mixer berputar pelan selama perjalanan agar beton tetap tercampur dan tidak mulai mengeras di satu sisi. Di lokasi, slump dan suhu diperiksa dan benda uji dibuat.
Waktu sejak semen bertemu air sampai beton dituang dibatasi spesifikasi
Drum terus berputar selama perjalanan
Slump, suhu, dan benda uji di lokasi
Kesalahan umum: Air ditambahkan di lokasi tanpa persetujuan agar beton mudah dituang. Beton yang dicor tidak lagi sesuai rancangan. Di Concrete Lab: Hasil uji tekan benda uji dinilai terhadap kriteria penerimaan.
Animasi beta. Ilustrasi skematis batching plant beton tipe basah, bukan gambar kerja. Komposisi, waktu siklus, dan kadar air bersifat contoh; acuan pekerjaan tetap spesifikasi kontrak dan rancangan campuran yang disetujui.