Pengujian agregat
Sekitar 60–75 % volume beton dan lebih dari 90 % massa campuran beraspal adalah agregat. Sebelum dipakai, pasir dan kerikil diuji di laboratorium: gradasinya, berat jenisnya, daya serap airnya, ketahanannya terhadap aus, dan kadar airnya. Topik ini mengolah data praktikum menjadi hasil dan membandingkannya dengan syarat.
Setelah topik ini Anda mampu
- Mengolah data analisis saringan menjadi kurva gradasi dan modulus kehalusan.
- Menghitung berat jenis curah, jenuh kering permukaan, semu, dan penyerapan agregat kasar dan halus.
- Menghitung keausan Los Angeles dan kadar air agregat.
- Mengoreksi takaran agregat dan air berdasarkan kadar air di lapangan.
Massa, volume, dan kerapatan; prinsip Archimedes; persentase.
Teknologi beton dan rancangan campuran, campuran beraspal, bahan perkerasan, pengendalian mutu.
2 pertemuan kuliah · 1 praktikum laboratorium
Menimbang batu di dalam ember air
Batu yang digantung di timbangan terasa lebih ringan saat dicelup ke air. Selisihnya sama dengan berat air yang dipindahkan. Karena 1 g air bervolume 1 cm³, selisih dalam gram sama dengan volume batu dalam cm³. Dari berat di udara dan berat di air, berat jenis batu bisa dihitung tanpa mengukur bentuknya yang tidak beraturan.
Tiga cara melihat butir agregat
Butir agregat terdiri atas bagian padat dan pori. Sebagian pori terbuka ke permukaan dan bisa terisi air. Karena itu ada tiga berat jenis: curah (pori dihitung sebagai volume, butir kering), jenuh kering permukaan atau SSD (pori terisi air, permukaan kering), dan semu (pori terbuka tidak dihitung). Gradasi, ketahanan aus, dan kadar air melengkapi gambaran mutu agregat.
Massa dalam gram di laboratorium dan kg di lapangan. Kasar: A kering oven, B SSD di udara, C SSD di dalam air. Halus: A kering oven, B piknometer + air, C piknometer + benda uji + air, S benda uji SSD (biasanya 500 g). Berat jenis tidak bersatuan (relatif terhadap air).
Urutan praktikum dan apa yang dicatat
| Uji | Data yang dicatat | Hasil |
|---|---|---|
| Analisis saringan | Massa tertahan tiap saringan dan pan | Kurva gradasi, FM |
| Berat jenis kasar | A, B, C setelah rendam (24 ± 4) jam | G curah, G SSD, G semu, penyerapan |
| Berat jenis halus | A, B, C, S dengan piknometer | G curah, G SSD, G semu, penyerapan |
| Abrasi Los Angeles | Massa awal dan tertahan 1,70 mm setelah 500 putaran (gradasi A–D) atau 1.000 putaran (gradasi E–G) | Keausan (%) |
| Kadar air | Massa basah dan kering oven | Kadar air, air bebas |
Syarat mutu
Batas gradasi, FM, penyerapan, berat jenis minimum, dan keausan maksimum berbeda untuk beton dan campuran beraspal. Ambil batasnya dari tabel syarat agregat Spesifikasi Umum Bina Marga 2025 (divisi yang sesuai) atau spesifikasi proyek. Di topik ini batas tersebut berupa isian.
Kurva gradasi yang landai dan menerus (bergradasi baik) mengisi rongga dengan butir yang lebih kecil, sehingga pasta semen atau aspal yang diperlukan lebih sedikit.
Acuan: SNI ASTM C136:2012 Metode uji analisis saringan agregat halus dan kasar; SNI 1969:2016 dan SNI 1970:2016 Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar dan halus; SNI 2417:2008 Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles; SNI 1971:2011 Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan (semuanya tercantum di rekap NSPK Bina Marga); Neville, Properties of Concrete. Teks standar tidak disalin.
3 contoh, dari dasar ke terapan
Contoh pasir 500 g diayak. Massa tertahan: 9,5 mm 0 g; 4,75 mm 15 g; 2,36 mm 50 g; 1,18 mm 85 g; 0,60 mm 120 g; 0,30 mm 125 g; 0,15 mm 75 g; Pan 30 g. Hitung persen lolos dan modulus kehalusan.
Persen tertahan dan kumulatif
- Tertahan
- 0; 3; 10; 17; 24; 25; 15; 6 %
- Kumulatif
- 0; 3; 13; 30; 54; 79; 94; 100 %
Persen lolos
- Lolos
- 9,5 mm 100; 4,75 mm 97; 2,36 mm 87; 1,18 mm 70; 0,60 mm 46; 0,30 mm 21; 0,15 mm 6 %
Modulus kehalusan
- Rumus
- FM = Σ kumulatif tertahan (9,5 sampai 0,15 mm) / 100
- Substitusi
- (0 + 3 + 13 + 30 + 54 + 79 + 94) / 100
- Hasil
- FM = 2,73
Batu pecah direndam 24 jam lalu ditimbang: SSD di udara B = 3.000 g, di dalam air C = 1.880 g, setelah dioven A = 2.955 g. Uji Los Angeles: massa awal 5.000 g, tertahan 1,70 mm setelah 500 putaran 3.850 g. Hitung berat jenis, penyerapan, dan keausan.
Volume butir (termasuk pori)
- B − C
- 3.000 − 1.880 = 1.120 cm³ (1 g air = 1 cm³)
Berat jenis
- Curah
- 2.955 / 1.120 = 2,638
- SSD
- 3.000 / 1.120 = 2,679
- Semu
- 2.955 / (2.955 − 1.880) = 2,749
Penyerapan
- Hasil
- (3.000 − 2.955) / 2.955 × 100 = 1,52 %
Keausan Los Angeles
- Hasil
- (5.000 − 3.850) / 5.000 × 100 = 23,0 %
Uji piknometer pasir: S = 500 g, A = 490,5 g, B = 665,0 g, C = 975,5 g. Contoh dari tumpukan di lokasi: basah 520 g, kering oven 495 g. Rancangan campuran memerlukan 720 kg pasir kering per m³. Berapa pasir basah yang ditimbang dan berapa air yang dikurangi?
Berat jenis dan penyerapan pasir
- Volume
- B + S − C = 665,0 + 500 − 975,5 = 189,5 cm³
- Curah
- 490,5 / 189,5 = 2,588
- Semu
- 490,5 / (665,0 + 490,5 − 975,5) = 2,725
- Penyerapan
- (500 − 490,5) / 490,5 × 100 = 1,94 %
Kadar air lapangan
- w
- (520 − 495) / 495 × 100 = 5,05 %
- Air bebas
- 5,05 − 1,94 = 3,11 %
Koreksi takaran per m³
- Pasir basah
- 720 × (1 + 0,0505) = 756,4 kg
- Air dikurangi
- 720 × 0,0311 = 22,4 kg
Kerjakan dengan angka soalmu
Laporan praktikum agregat. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.
Yang perlu diingat
- Gradasi digambar sebagai persen lolos terhadap ukuran saringan pada skala log.
- FM = jumlah persen tertahan kumulatif saringan standar / 100; makin besar makin kasar.
- G curah < G SSD < G semu; selisihnya membesar bila penyerapan besar.
- Volume butir = B − C (kasar) atau B + S − C (halus), karena 1 g air = 1 cm³.
- Keausan Los Angeles = persen massa yang lolos 1,70 mm setelah 500 putaran (gradasi A–D) atau 1.000 putaran (gradasi E–G).
- Air bebas = kadar air − penyerapan; koreksi takaran memakai massa kering.
- Batas syarat diambil dari spesifikasi yang berlaku untuk penggunaannya.
FM = Σ%tertahan kumulatif / 100
Kasar: A/(B − C), B/(B − C), A/(A − C), (B − A)/A
Halus: A/(B + S − C), S/(B + S − C), A/(B + A − C), (S − A)/A
Keausan = (a − b)/a; w = (W − D)/D
Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.