QWorks Civil Learning
Animasi proses / Perkerasan jalan · Produksi campuran beraspal
Semua tahap · aliran kontinuTanpa hot bin dan timbangan batchBeta

Cara kerja Asphalt Mixing Plant kontinu (drum mix)

Pada AMP kontinu, agregat dikeringkan dan dicampur aspal di dalam satu drum tanpa henti. Tidak ada hot bin dan timbangan batch: gradasi ditentukan di cold bin, sedangkan aspal dipompa sebanding laju agregat kering yang dibaca timbangan sabuk. Klik bagian AMP untuk melihat fungsinya, lalu coba neraca laju produksi di bawah.

Memuat animasi…

Penjelasan tertulis

Urutan tahap AMP kontinu

Cold bin & feederCold feed bin · Kontinu

Bin menampung agregat dingin per fraksi, dan feeder di bawahnya mengalirkan agregat dengan laju yang diatur. Pada AMP kontinu tidak ada saringan panas dan hot bin, jadi gradasi campuran sepenuhnya ditentukan di sini.

  • Kalibrasi tiap feeder: berat agregat per jam pada beberapa setelan kecepatan
  • Gradasi stockpile seragam dan tidak tersegregasi
  • Alarm aliran kosong, agar bin yang habis segera ketahuan

Kesalahan umum: Gradasi stockpile berubah atau tersegregasi. Karena tidak ada hot bin untuk mengoreksi, gradasi campuran langsung ikut menyimpang. Di Asphalt Lab: Proporsi agregat JMF langsung menjadi persen laju tiap feeder.

Timbangan sabukBelt scale · Kontinu

Timbangan di bawah conveyor pengumpul membaca aliran agregat basah dalam ton per jam. Komputer kontrol mengurangi kadar air untuk mendapat laju agregat kering, lalu mengatur pompa aspal dan filler sebanding laju itu.

  • Kalibrasi timbangan sabuk, misalnya dengan menimbang ulang muatan di jembatan timbang
  • Kadar air agregat yang dimasukkan ke kontrol, diperbarui setiap hari dan setelah hujan
  • Kecepatan sabuk terbaca dengan benar

Kesalahan umum: Kadar air tidak diperbarui setelah hujan. Laju agregat kering terbaca salah, sehingga kadar aspal campuran ikut bergeser. Di Asphalt Lab: Kadar aspal (Pb) dan proporsi filler JMF menjadi rasio yang dipakai komputer kontrol.

Scalping screenSaringan pembuang · Kontinu

Saringan tunggal di ujung conveyor membuang butir yang terlalu besar, gumpalan, dan kotoran sebelum agregat masuk drum. Saringan ini tidak memisahkan fraksi dan tidak memperbaiki gradasi.

  • Ukuran bukaan sesuai ukuran butir maksimum campuran
  • Jumlah buangan oversize dipantau
  • Kawat tidak sobek

Kesalahan umum: Mengira scalping screen ikut mengoreksi gradasi seperti saringan panas di AMP batch. Di Asphalt Lab: Ukuran butir maksimum nominal campuran menentukan bukaan saringan ini.

Drum mixer & burnerCounterflow drum mixer · Kontinu

Satu drum berputar mengerjakan dua hal. Bagian depan mengeringkan dan memanaskan agregat yang bergerak menuju burner, berlawanan arah dengan gas panas. Di belakang nyala, pada zona pencampuran yang terlindung dari api, aspal, filler, dan debu masuk lalu diaduk sampai semua butir terselimuti.

  • Suhu campuran keluar drum, dibaca sensor di ujung drum
  • Laju produksi disesuaikan dengan kadar air agregat
  • Aspal tidak terkena nyala atau gas panas langsung

Kesalahan umum: Produksi dipaksa tinggi saat agregat basah. Campuran keluar kurang panas dan masih mengandung air. Di Asphalt Lab: Suhu pencampuran dari kurva viskositas aspal (170 ± 20 cSt).

Tangki aspal & pompa takarBitumen tank & metering pump · Kontinu

Aspal panas dari tangki dialirkan pompa takar dengan meter aliran ke zona pencampuran. Lajunya mengikuti laju agregat kering dari timbangan sabuk, sehingga kadar aspal tetap walaupun produksi naik turun.

  • Kalibrasi meter aliran dengan uji tampung dan timbang
  • Suhu aspal di tangki dan pipa
  • Kaitan otomatis dengan timbangan sabuk aktif

Kesalahan umum: Meter aliran berbasis volume dikalibrasi pada suhu lain. Berat aspal per liter berubah dengan suhu, sehingga kadar aspal meleset. Di Asphalt Lab: Kadar aspal (Pb) dan suhu dari kurva viskositas aspal.

Filler & pengembalian debuFiller silo & dust return · Kontinu

Filler tambahan dari silo (misalnya semen) dan debu yang tertangkap dust collector ditakar kembali ke zona pencampuran dengan screw conveyor.

  • Laju screw filler dikalibrasi
  • Jumlah debu yang dikembalikan diatur, sisanya dibuang
  • Filler tidak menggumpal karena lembap

Kesalahan umum: Semua debu dikembalikan tanpa ditakar. Bahan lolos 0,075 mm bertambah dan rasio debu-aspal naik. Di Asphalt Lab: Gradasi lolos 0,075 mm dan rasio debu-aspal.

Dust collectorCyclone & baghouse · Kontinu

Gas buang keluar dari ujung masuk drum membawa uap air dan debu. Dust collector menyaring debu dengan kantong filter sebelum udara keluar lewat cerobong.

  • Beda tekanan kantong filter
  • Suhu gas masuk kantong, agar uap air tidak mengembun
  • Emisi di cerobong

Kesalahan umum: Suhu gas buang terlalu rendah. Uap air mengembun di kantong, debu menggumpal, dan aliran udara tersumbat.

Slat conveyorDrag slat conveyor · Kontinu

Rantai bersekat di dalam talang tertutup menyeret campuran panas dari ujung drum ke puncak silo.

  • Talang tertutup agar campuran tidak cepat dingin
  • Tidak berhenti lama dengan muatan di dalam
  • Rantai dan sekat dalam kondisi baik

Kesalahan umum: Conveyor berhenti lama dengan muatan di dalam. Campuran mendingin dan mengeras di talang.

Silo penyimpananStorage silo · Kontinu

Silo menampung campuran supaya produksi tidak berhenti menunggu truk. Batcher di atas silo menjatuhkan campuran sebagai gumpalan agar butir kasar dan halus tidak terpisah. Silo berisolasi dan pintu bawahnya dipanasi.

  • Lama simpan dibatasi sesuai jenis silo
  • Level silo tidak dibiarkan hampir kosong
  • Suhu campuran saat keluar silo

Kesalahan umum: Silo hampir kosong dan campuran jatuh bebas dari ketinggian. Butir kasar menggelinding ke tepi dan campuran tersegregasi. Di Asphalt Lab: Batas suhu campuran saat dikirim mengacu suhu pemadatan dari kurva viskositas.

Truk & jembatan timbangTruck & weighbridge

Truk berhenti di jembatan timbang di bawah silo. Berat kosong dan berat isi menghasilkan tonase campuran per truk, lalu bak ditutup terpal sebelum berangkat.

  • Tonase truk dibandingkan dengan total timbangan sabuk ditambah aspal
  • Suhu campuran saat dimuat
  • Terpal penutup selama perjalanan

Kesalahan umum: Tonase jembatan timbang tidak pernah dibandingkan dengan catatan produksi. Kesalahan kalibrasi timbangan sabuk atau pompa tidak ketahuan. Di Asphalt Lab: Berat isi campuran padat (Gmb) dipakai menghitung kebutuhan ton per meter persegi hamparan.

Lanjutkan belajar

Materi dan modul terkait

Animasi beta. Ilustrasi skematis AMP kontinu jenis drum arus berlawanan, bukan gambar kerja. Angka di neraca laju produksi bersifat contoh; acuan pekerjaan tetap spesifikasi kontrak, JMF yang disetujui, dan manual alat.