Animasi proses / Perkerasan jalan · Produksi campuran beraspal
Semua tahap · aliran kontinuTanpa hot bin dan timbangan batchBeta
Cara kerja Asphalt Mixing Plant kontinu (drum mix)
Pada AMP kontinu, agregat dikeringkan dan dicampur aspal di dalam satu drum tanpa henti. Tidak ada hot bin dan timbangan batch: gradasi ditentukan di cold bin, sedangkan aspal dipompa sebanding laju agregat kering yang dibaca timbangan sabuk. Klik bagian AMP untuk melihat fungsinya, lalu coba neraca laju produksi di bawah.
Memuat animasi…
Penjelasan tertulis
Urutan tahap AMP kontinu
1
Cold bin & feederCold feed bin · Kontinu
Bin menampung agregat dingin per fraksi, dan feeder di bawahnya mengalirkan agregat dengan laju yang diatur. Pada AMP kontinu tidak ada saringan panas dan hot bin, jadi gradasi campuran sepenuhnya ditentukan di sini.
Kalibrasi tiap feeder: berat agregat per jam pada beberapa setelan kecepatan
Gradasi stockpile seragam dan tidak tersegregasi
Alarm aliran kosong, agar bin yang habis segera ketahuan
Kesalahan umum: Gradasi stockpile berubah atau tersegregasi. Karena tidak ada hot bin untuk mengoreksi, gradasi campuran langsung ikut menyimpang. Di Asphalt Lab: Proporsi agregat JMF langsung menjadi persen laju tiap feeder.
2
Timbangan sabukBelt scale · Kontinu
Timbangan di bawah conveyor pengumpul membaca aliran agregat basah dalam ton per jam. Komputer kontrol mengurangi kadar air untuk mendapat laju agregat kering, lalu mengatur pompa aspal dan filler sebanding laju itu.
Kalibrasi timbangan sabuk, misalnya dengan menimbang ulang muatan di jembatan timbang
Kadar air agregat yang dimasukkan ke kontrol, diperbarui setiap hari dan setelah hujan
Kecepatan sabuk terbaca dengan benar
Kesalahan umum: Kadar air tidak diperbarui setelah hujan. Laju agregat kering terbaca salah, sehingga kadar aspal campuran ikut bergeser. Di Asphalt Lab: Kadar aspal (Pb) dan proporsi filler JMF menjadi rasio yang dipakai komputer kontrol.
3
Scalping screenSaringan pembuang · Kontinu
Saringan tunggal di ujung conveyor membuang butir yang terlalu besar, gumpalan, dan kotoran sebelum agregat masuk drum. Saringan ini tidak memisahkan fraksi dan tidak memperbaiki gradasi.
Ukuran bukaan sesuai ukuran butir maksimum campuran
Jumlah buangan oversize dipantau
Kawat tidak sobek
Kesalahan umum: Mengira scalping screen ikut mengoreksi gradasi seperti saringan panas di AMP batch. Di Asphalt Lab: Ukuran butir maksimum nominal campuran menentukan bukaan saringan ini.
Satu drum berputar mengerjakan dua hal. Bagian depan mengeringkan dan memanaskan agregat yang bergerak menuju burner, berlawanan arah dengan gas panas. Di belakang nyala, pada zona pencampuran yang terlindung dari api, aspal, filler, dan debu masuk lalu diaduk sampai semua butir terselimuti.
Suhu campuran keluar drum, dibaca sensor di ujung drum
Laju produksi disesuaikan dengan kadar air agregat
Aspal tidak terkena nyala atau gas panas langsung
Kesalahan umum: Produksi dipaksa tinggi saat agregat basah. Campuran keluar kurang panas dan masih mengandung air. Di Asphalt Lab: Suhu pencampuran dari kurva viskositas aspal (170 ± 20 cSt).
Aspal panas dari tangki dialirkan pompa takar dengan meter aliran ke zona pencampuran. Lajunya mengikuti laju agregat kering dari timbangan sabuk, sehingga kadar aspal tetap walaupun produksi naik turun.
Kalibrasi meter aliran dengan uji tampung dan timbang
Suhu aspal di tangki dan pipa
Kaitan otomatis dengan timbangan sabuk aktif
Kesalahan umum: Meter aliran berbasis volume dikalibrasi pada suhu lain. Berat aspal per liter berubah dengan suhu, sehingga kadar aspal meleset. Di Asphalt Lab: Kadar aspal (Pb) dan suhu dari kurva viskositas aspal.
Filler tambahan dari silo (misalnya semen) dan debu yang tertangkap dust collector ditakar kembali ke zona pencampuran dengan screw conveyor.
Laju screw filler dikalibrasi
Jumlah debu yang dikembalikan diatur, sisanya dibuang
Filler tidak menggumpal karena lembap
Kesalahan umum: Semua debu dikembalikan tanpa ditakar. Bahan lolos 0,075 mm bertambah dan rasio debu-aspal naik. Di Asphalt Lab: Gradasi lolos 0,075 mm dan rasio debu-aspal.
7
Dust collectorCyclone & baghouse · Kontinu
Gas buang keluar dari ujung masuk drum membawa uap air dan debu. Dust collector menyaring debu dengan kantong filter sebelum udara keluar lewat cerobong.
Beda tekanan kantong filter
Suhu gas masuk kantong, agar uap air tidak mengembun
Emisi di cerobong
Kesalahan umum: Suhu gas buang terlalu rendah. Uap air mengembun di kantong, debu menggumpal, dan aliran udara tersumbat.
8
Slat conveyorDrag slat conveyor · Kontinu
Rantai bersekat di dalam talang tertutup menyeret campuran panas dari ujung drum ke puncak silo.
Talang tertutup agar campuran tidak cepat dingin
Tidak berhenti lama dengan muatan di dalam
Rantai dan sekat dalam kondisi baik
Kesalahan umum: Conveyor berhenti lama dengan muatan di dalam. Campuran mendingin dan mengeras di talang.
9
Silo penyimpananStorage silo · Kontinu
Silo menampung campuran supaya produksi tidak berhenti menunggu truk. Batcher di atas silo menjatuhkan campuran sebagai gumpalan agar butir kasar dan halus tidak terpisah. Silo berisolasi dan pintu bawahnya dipanasi.
Lama simpan dibatasi sesuai jenis silo
Level silo tidak dibiarkan hampir kosong
Suhu campuran saat keluar silo
Kesalahan umum: Silo hampir kosong dan campuran jatuh bebas dari ketinggian. Butir kasar menggelinding ke tepi dan campuran tersegregasi. Di Asphalt Lab: Batas suhu campuran saat dikirim mengacu suhu pemadatan dari kurva viskositas.
10
Truk & jembatan timbangTruck & weighbridge
Truk berhenti di jembatan timbang di bawah silo. Berat kosong dan berat isi menghasilkan tonase campuran per truk, lalu bak ditutup terpal sebelum berangkat.
Tonase truk dibandingkan dengan total timbangan sabuk ditambah aspal
Suhu campuran saat dimuat
Terpal penutup selama perjalanan
Kesalahan umum: Tonase jembatan timbang tidak pernah dibandingkan dengan catatan produksi. Kesalahan kalibrasi timbangan sabuk atau pompa tidak ketahuan. Di Asphalt Lab: Berat isi campuran padat (Gmb) dipakai menghitung kebutuhan ton per meter persegi hamparan.
Animasi beta. Ilustrasi skematis AMP kontinu jenis drum arus berlawanan, bukan gambar kerja. Angka di neraca laju produksi bersifat contoh; acuan pekerjaan tetap spesifikasi kontrak, JMF yang disetujui, dan manual alat.