QWorks Civil Learning
Materi dasar / Geoteknik
L1 DasarMekanika tanahBeta

Pemadatan dan rembesan

Timbunan jalan dan tanggul harus dipadatkan pada kadar air yang tepat agar kuat dan tidak banyak menurun. Di bawah bendung atau turap, air merembes dan bisa membawa butiran tanah keluar. Topik ini menghitung kepadatan dari uji Proctor dan rembesan dari hukum Darcy serta jaring aliran.

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Mengolah data uji Proctor menjadi kurva pemadatan, lalu menentukan γd maks dan wopt.
  2. Menggambar garis jenuh nol pori dan menilai derajat kepadatan lapangan.
  3. Menghitung koefisien permeabilitas dari uji tinggi tetap dan tinggi jatuh.
  4. Membaca jaring aliran untuk menghitung debit rembesan q = k·H·Nf/Nd.
  5. Memeriksa bahaya piping dengan gradien keluar dan gradien kritis.
Prasyarat

Hubungan fase tanah (γ, γd, w, e, Gs) dari topik sifat dan klasifikasi tanah.

Dipakai lagi di

Tegangan efektif, stabilitas lereng, bendung dan bangunan air, perkerasan jalan.

Setara

2 pertemuan kuliah · sekitar 2,5 jam belajar mandiri

Intuisi

Membuat istana pasir di pantai

Pasir kering tidak bisa dibentuk; pasir yang sedikit lembap bisa ditepuk menjadi istana yang padat; pasir yang terlalu basah malah lembek. Air dalam jumlah pas melumasi butiran sehingga mudah merapat. Coba tumbuk tanah yang sama banyaknya dalam cetakan pada kadar air berbeda.

Teori dan rumus

Kepadatan bergantung pada kadar air; rembesan bergantung pada gradien

Uji Proctor memadatkan tanah dengan energi tetap pada beberapa kadar air. Hasilnya kurva berpuncak: kadar air optimum memberi berat volume kering terbesar. Untuk rembesan, hukum Darcy menyatakan kecepatan aliran sebanding dengan gradien hidraulik. Di bawah bendung atau turap, aliran dua dimensi digambar sebagai jaring aliran.

Berat volume kering dari cetakan
γ = M·g / V; γd = γ / (1 + w)
SNI 1742:2008, SNI 1743:2008
Garis jenuh nol pori (S = 1) dan garis S tertentu
γzav = Gs·γw / (1 + w·Gs); γd = Gs·γw / (1 + w·Gs/S)
Derajat kepadatan lapangan
RC = γd,lapangan / γd,maks × 100 %
γd lapangan dari SNI 2828:2011
Hukum Darcy
v = k·i; q = k·i·A; i = Δh / L; kecepatan rembes vs = v / n
Uji tinggi tetap
k = Q·L / (A·h·t)
Uji tinggi jatuh
k = (a·L / (A·t))·ln(h1 / h2)
Debit dari jaring aliran (per meter lebar)
q = k·H·Nf / Nd
Gradien keluar dan gradien kritis
ikeluar = (H / Nd) / l; icr = (Gs − 1) / (1 + e) = γ' / γw; FS = icr / ikeluar

γw = 9,81 kN/m³; w dalam persen pada grafik, desimal di dalam rumus. k dalam cm/s di laboratorium dan m/s di lapangan (1 cm/s = 0,01 m/s). H = beda tinggi muka air hulu dan hilir, Nf = jumlah saluran aliran, Nd = jumlah penurunan potensial, l = panjang elemen terakhir di titik keluar.

Dua tingkat energi pemadatan

UjiPenumbukTinggi jatuhLapis × tumbukanEnergi (kJ/m³)
Kepadatan ringan (Proctor standar)2,5 kg305 mm3 × 25± 593
Kepadatan berat (Proctor modifikasi)4,54 kg457 mm5 × 25± 2.700

Cetakan 944 cm³ (diameter 101,6 mm). Energi lebih besar menggeser puncak ke kiri atas: γd maks naik, wopt turun. Puncak kurva selalu di bawah garis jenuh nol pori.

Nilai khas koefisien permeabilitas

Jenis tanahk (cm/s)
Kerikil bersih1 – 100
Pasir kasar0,01 – 1
Pasir halus0,001 – 0,01
Lempung lanauan0,00001 – 0,001
Lempung< 0,000001

Aturan menggambar jaring aliran

  1. Muka tanah di hulu dan di hilir adalah garis ekuipotensial; lantai kedap, turap, dan lapisan kedap adalah garis aliran.
  2. Garis aliran memotong garis ekuipotensial tegak lurus dan membentuk bujur sangkar lengkung.
  3. Setiap saluran aliran membawa debit yang sama; setiap penurunan potensial membuang energi H/Nd.
  4. Gradien terbesar ada di elemen terkecil, biasanya di hilir dekat turap. Bila ikeluar mendekati icr, tegangan efektif di permukaan hilang dan butiran terbawa air (piping).

Jaring aliran di topik ini dihitung numerik (persamaan Laplace dengan beda hingga). Untuk turap tunggal sedalam d di lapisan setebal T, hasilnya mendekati solusi analitis Harr: Nf/Nd = 0,5 tepat saat d = T/2.

Acuan: Das, Principles of Geotechnical Engineering, bab pemadatan, permeabilitas, dan rembesan; Harr, Groundwater and Seepage (solusi turap di lapisan terbatas); SNI 1742:2008 dan SNI 1743:2008 (cara uji kepadatan ringan dan berat), SNI 2828:2011 (densitas lapangan dengan konus pasir). SNI 8460:2017 memuat persyaratan perancangan terhadap keruntuhan hidraulik; faktor keamanan yang disyaratkan diambil dari standar itu atau spesifikasi proyek.

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · kurva Proctor dan kepadatan lapangandasar

Uji kepadatan ringan tanah timbunan (Gs = 2,68, cetakan 944 cm³) memberi kadar air 9,8; 12,1; 14,3; 16,5; 18,6 % dengan massa tanah basah 1.680; 1.810; 1.885; 1.890; 1.835 g. Di lapangan, uji kerucut pasir memberi massa tanah 1.854 g dari lubang 960 cm³ dengan kadar air 15,2 %. Tentukan γd maks, wopt, dan derajat kepadatan.

  1. Berat volume kering tiap titik

    Rumus
    γd = (M / V)·9,81 / (1 + w)
    Titik 3
    (1.885 / 944) × 9,81 / 1,143 = 17,14 kN/m³
    Semua titik
    15,90; 16,78; 17,14; 16,86; 16,08 kN/m³
  2. Puncak dengan parabola melalui tiga titik teratas

    Titik
    (12,1; 16,78), (14,3; 17,14), (16,5; 16,86)
    Parabola
    γd = −0,0659w² + 1,9031w + 3,401
    Hasil
    wopt = 14,4 %; γd maks = 17,14 kN/m³
  3. Periksa terhadap garis jenuh nol pori

    γzav
    2,68 × 9,81 / (1 + 0,1444 × 2,68) = 18,96 kN/m³ > 17,14, masuk akal
  4. Kepadatan lapangan

    γ
    (1.854 / 960) × 9,81 = 18,95 kN/m³
    γd
    18,95 / 1,152 = 16,45 kN/m³
    RC
    16,45 / 17,14 = 96,0 %
Artinya: Bila spesifikasi meminta kepadatan minimal 95 % (nilai contoh), lapisan ini diterima. Kadar air lapangan 15,2 % sedikit di sisi basah optimum; pemadatan di sisi basah menghasilkan tanah yang lebih kedap tetapi sedikit lebih lunak.
Contoh 2 · koefisien permeabilitas di laboratoriummenengah

Uji tinggi tetap pada pasir: benda uji panjang L = 15 cm, luas A = 78,54 cm², beda tinggi h = 40 cm, air tertampung Q = 350 cm³ dalam t = 300 s. Uji tinggi jatuh pada pasir lanauan: pipa tegak a = 1,0 cm², L = 12 cm, A = 78,54 cm², muka air turun dari 120 cm ke 60 cm dalam 1.820 s. Hitung k keduanya.

  1. Uji tinggi tetap

    Rumus
    k = Q·L / (A·h·t)
    Substitusi
    350 × 15 / (78,54 × 40 × 300) = 5.250 / 942.480
    Hasil
    k = 5,57 × 10−3 cm/s
  2. Uji tinggi jatuh

    Rumus
    k = (a·L / (A·t))·ln(h1/h2)
    Substitusi
    (1,0 × 12 / (78,54 × 1.820)) × ln(120/60) = 8,395 × 10−5 × 0,693
    Hasil
    k = 5,82 × 10−5 cm/s
Artinya: Butir halus menurunkan k sekitar seratus kali. Uji tinggi tetap cocok untuk tanah lolos air (debit cukup besar diukur), uji tinggi jatuh untuk tanah yang lebih rapat.
Contoh 3 · rembesan di bawah turap cofferdamterapan

Turap cofferdam pilar jembatan dipancang 6 m ke dalam lapisan pasir setebal 12 m di atas lempung kedap. Beda muka air luar dan dalam H = 4 m. Pasir: k = 5 × 10−5 m/s, Gs = 2,65, e = 0,70. Dari jaring aliran (Nd = 8) dibaca Nf = 3,9 dan panjang elemen keluar l = 2,51 m. Hitung debit rembesan dan faktor keamanan terhadap piping.

  1. Debit per meter panjang turap

    Rumus
    q = k·H·Nf/Nd
    Substitusi
    5 × 10−5 × 4 × 3,9 / 8 = 9,75 × 10−5 m³/s per m
    Hasil
    q = 8,42 m³/hari per m
  2. Gradien keluar

    Δh
    4 / 8 = 0,500 m
    ikeluar
    0,500 / 2,51 = 0,199
    Pembanding
    rumus Harr untuk lapisan sangat tebal: H/(π·d) = 4/(π × 6) = 0,212
  3. Gradien kritis dan faktor keamanan

    icr
    (2,65 − 1) / (1 + 0,70) = 0,971
    FS
    0,971 / 0,199 = 4,87
Artinya: Untuk cofferdam sepanjang 40 m, pompa harus membuang sekitar 340 m³ air per hari. FS 4,87 di atas 3 (nilai contoh dari anjuran Harza yang dikutip Das), jadi dasar galian aman terhadap piping. Bila turap hanya dipancang 3 m, elemen keluar memendek dan FS turun tajam; coba di studi kasus.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Rembesan di bawah turap dan bendung. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Kurva Proctor berpuncak: wopt memberi γd maks; energi lebih besar menggeser puncak ke kiri atas.
  • Kurva selalu di bawah garis jenuh nol pori γzav = Gsγw/(1 + wGs).
  • Mutu pemadatan lapangan dinilai dengan RC = γd,lapangan/γd,maks terhadap syarat spesifikasi.
  • Darcy: v = k·i; k diukur dengan uji tinggi tetap (tanah lolos air) atau tinggi jatuh (tanah rapat).
  • Jaring aliran: q = k·H·Nf/Nd; tiap elemen membuang energi H/Nd.
  • Piping terjadi bila ikeluar mendekati icr = (Gs − 1)/(1 + e) ≈ 1.
  • Memperdalam turap atau memperpanjang lantai bendung menurunkan debit dan gradien keluar.
Lembar rumus

γd = γ/(1 + w); RC = γd,lap/γd,maks

γzav = Gsγw/(1 + wGs)

k = QL/(Aht); k = (aL/At)·ln(h1/h2)

q = kHNf/Nd

icr = (Gs − 1)/(1 + e); FS = icr/ikeluar

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.