QWorks Civil Learning
Materi dasar / Fondasi bersama
L1 DasarMatematika teknikBeta

Metode numerik untuk teknik sipil

Banyak hitungan teknik sipil tidak punya jawaban rumus langsung: nilai di antara dua baris tabel, garis terbaik dari data uji yang berserakan, luas penampang sungai yang tidak beraturan, atau kedalaman air yang tersembunyi di dalam persamaan Manning. Metode numerik menjawabnya dengan langkah hitung yang teratur dan galat yang terkendali.

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Membaca nilai di antara baris tabel dengan interpolasi linier dan menilai galatnya.
  2. Menyusun garis regresi kuadrat terkecil dari data uji dan menafsirkan koefisien determinasi R².
  3. Menghitung luas dan volume dengan aturan trapesium dan Simpson dari data ukur berjarak sama.
  4. Mencari akar persamaan dengan biseksi dan Newton–Raphson, lengkap dengan tabel iterasi dan kriteria berhenti.
Prasyarat

Aljabar, fungsi logaritma, konsep turunan dan integral, penggunaan kalkulator atau lembar kerja.

Dipakai lagi di

Penyelidikan tanah (tabel faktor), statistik mutu beton, hidrologi dan saluran terbuka, estimasi volume galian dan timbunan.

Setara

2 pertemuan kuliah · sekitar 2 jam belajar mandiri

Intuisi

Permainan tebak angka

Seorang teman memilih angka 1 sampai 100. Anda menebak, ia menjawab "lebih besar" atau "lebih kecil". Cara tercepat adalah selalu menebak di tengah rentang yang tersisa, sehingga setiap tebakan membuang separuh kemungkinan. Itulah metode biseksi: komputer memakai cara yang sama untuk mencari kedalaman air yang memenuhi persamaan Manning.

Teori dan rumus

Empat alat: interpolasi, regresi, integrasi, dan akar

Interpolasi melewati titik data persis, cocok untuk tabel yang nilainya pasti. Regresi tidak melewati semua titik; ia mencari garis yang paling dekat dengan data uji yang mengandung sebaran. Integrasi numerik menjumlahkan luas pias kecil di antara titik ukur. Pencarian akar mengulang tebakan sampai persamaan terpenuhi dalam toleransi yang ditetapkan.

Interpolasi linier
y = y0 + (y1 − y0)·(x − x0) / (x1 − x0)
Regresi linier kuadrat terkecil y = a + b·x
b = (nΣxy − ΣxΣy) / (nΣx² − (Σx)²); a = ȳ − b·x̄
Koefisien determinasi
R² = 1 − Sr/St; Sr = Σ(y − a − bx)², St = Σ(y − ȳ)²
Trapesium bersegmen banyak (jarak h)
I ≈ h·[y0/2 + y1 + … + yn−1 + yn/2]
Simpson 1/3 (n genap)
I ≈ (h/3)·[y0 + 4(y1 + y3 + …) + 2(y2 + y4 + …) + yn]; n ganjil: 3 segmen terakhir dengan 3/8: (3h/8)(y0 + 3y1 + 3y2 + y3)
Biseksi
yr = (ya + yb)/2; ganti batas yang bertanda sama dengan f(yr)
Newton–Raphson
yi+1 = yi − f(yi) / f′(yi)
Galat relatif semu dan kriteria berhenti
εa = |(ybaru − ylama) / ybaru| × 100 % < εs
Persamaan Manning (SI)
Q = (1/n)·A·R2/3·S1/2, R = A/P
Chow, Open-Channel Hydraulics

Satuan mengikuti data: m, m², m³, m³/s, MPa. Galat dinyatakan dalam persen. ln adalah logaritma natural.

Memilih metode

MetodeKelebihanPerhatikan
Interpolasi linierCepat, cukup untuk tabel yang rapatGalat membesar bila tabel jarang dan kurva melengkung; jangan ekstrapolasi jauh
Regresi kuadrat terkecilMeredam sebaran data ujiR² tinggi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat; periksa bentuk sebaran sisa, coba transformasi (mis. ln x)
TrapesiumSederhana, n bebasGalat sebanding dengan h²
Simpson 1/3Jauh lebih teliti untuk profil halus (galat ∝ h⁴)Perlu jumlah segmen genap; tambah 3/8 bila ganjil
BiseksiSelalu konvergen bila akar terkurungLambat: galat hanya separuh tiap iterasi
Newton–RaphsonSangat cepat dekat akar (konvergen kuadratik)Perlu turunan dan tebakan awal yang wajar; bisa melompat jauh

Contoh rekayasa di topik ini: faktor daya dukung Nq = eπ tan φ·tan²(45° + φ/2) (Das) sebagai "tabel" yang nilai eksaknya diketahui, sehingga galat interpolasi dapat dihitung; volume galian dari luas potongan melintang dengan rumus luas ujung rata-rata (trapesium) dan prismoida (Simpson).

Acuan: Chapra dan Canale, Numerical Methods for Engineers (bab metode tertutup, metode terbuka, regresi kuadrat terkecil, interpolasi, dan rumus integrasi Newton–Cotes); Das, Principles of Foundation Engineering (faktor Nq); Chow, Open-Channel Hydraulics (persamaan Manning).

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · interpolasi tabel faktordasar

Tabel faktor daya dukung hanya memuat φ = 30° (Nq = 18,40) dan φ = 35° (Nq = 33,30). Hasil uji geser langsung memberi φ = 32°. Tentukan Nq dengan interpolasi linier dan bandingkan dengan rumus eksaknya.

  1. Interpolasi linier

    Rumus
    Nq = 18,40 + (33,30 − 18,40) × (32 − 30) / (35 − 30)
    Hasil
    Nq = 18,40 + 14,90 × 0,4 = 24,36
  2. Nilai eksak dari rumus

    Rumus
    Nq = eπ tan 32° × tan²(61°)
    Hasil
    Nq = 7,121 × 3,255 = 23,18
  3. Galat

    Galat relatif
    (24,36 − 23,18) / 23,18 = +5,1 %
Artinya: Kurva Nq melengkung ke atas, jadi garis lurus antarbaris selalu sedikit lebih tinggi (tidak konservatif). Pakai tabel dengan jarak 1° atau langsung rumusnya bila tersedia.
Contoh 2 · regresi kuat tekan beton terhadap umurmenengah

Kuat tekan rata-rata silinder beton pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari adalah 13,2; 19,0; 23,5; 25,8; dan 27,6 MPa. Susun regresi fc = a + b·ln(t), hitung R², lalu perkirakan kuat tekan umur 56 hari.

  1. Transformasi dan jumlah-jumlah

    x = ln t
    1,0986; 1,9459; 2,6391; 3,0445; 3,3322
    Σx, Σy
    12,0603; 109,10
    Σx², Σxy
    32,3308; 284,0093
  2. Koefisien regresi

    b
    (5 × 284,0093 − 12,0603 × 109,10) / (5 × 32,3308 − 12,0603²) = 6,435
    a
    109,10/5 − 6,435 × 12,0603/5 = 6,298
    Model
    fc = 6,298 + 6,435·ln(t)
  3. Kecocokan dan perkiraan

    R²
    0,9990 (dengan x langsung tanpa ln hanya 0,8987)
    Umur 56 hari
    6,298 + 6,435 × ln 56 = 32,20 MPa
Artinya: Kenaikan kuat tekan beton melambat terhadap waktu, jadi hubungan lurus terhadap ln(t) jauh lebih cocok daripada terhadap t. Perkiraan 56 hari adalah ekstrapolasi; pakai hanya sebagai indikasi, bukan pengganti uji.
Contoh 3 · luas penampang sungai dan volume galianterapan

Pemeruman sungai selebar 12 m pada jarak 2 m memberi kedalaman 0; 1,2; 2,3; 2,8; 2,5; 1,4; 0 m. Hitung luas basah dengan trapesium dan Simpson 1/3. Lalu, untuk normalisasi saluran, luas galian di lima potongan melintang berjarak 25 m adalah 12,5; 15,2; 18,6; 16,1; 13,4 m². Hitung volume galian dengan luas ujung rata-rata dan prismoida.

  1. Luas basah (h = 2 m, 6 segmen)

    Trapesium
    2 × (0/2 + 1,2 + 2,3 + 2,8 + 2,5 + 1,4 + 0/2) = 20,40 m²
    Simpson 1/3
    (2/3) × [0 + 4(1,2 + 2,8 + 1,4) + 2(2,3 + 2,5) + 0] = 20,80 m²
  2. Volume galian (h = 25 m, 4 segmen)

    Luas ujung rata-rata
    25 × (12,5/2 + 15,2 + 18,6 + 16,1 + 13,4/2) = 1.571,25 m³
    Prismoida (Simpson)
    (25/3) × [12,5 + 4(15,2 + 16,1) + 2 × 18,6 + 13,4] = 1.569,17 m³
  3. Bandingkan

    Selisih
    luas 2,0 %, volume 0,13 %
Artinya: Dasar sungai melengkung, jadi parabola Simpson lebih dekat ke bentuk sebenarnya daripada garis lurus trapesium. Untuk volume tanah, selisih kedua rumus kecil, tetapi pada pekerjaan besar selisih 0,1 % pun bisa bernilai puluhan meter kubik.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Kedalaman normal saluran dengan biseksi dan Newton–Raphson. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Interpolasi melewati titik tabel; galatnya membesar bila tabel jarang dan kurva melengkung.
  • Regresi kuadrat terkecil meminimalkan Σ(sisa)²; R² mendekati 1 berarti model menjelaskan hampir semua variasi data.
  • Transformasi (mis. ln umur) dapat membuat hubungan lengkung menjadi lurus.
  • Trapesium sederhana (galat ∝ h²); Simpson jauh lebih teliti (galat ∝ h⁴) tetapi perlu segmen genap.
  • Volume dari luas potongan: luas ujung rata-rata = trapesium, prismoida = Simpson.
  • Biseksi pasti konvergen bila akar terkurung; Newton–Raphson cepat tetapi perlu turunan dan tebakan wajar.
  • Hentikan iterasi saat galat relatif semu εa lebih kecil dari toleransi εs.
Lembar rumus

y = y0 + (y1 − y0)(x − x0)/(x1 − x0)

b = (nΣxy − ΣxΣy)/(nΣx² − (Σx)²), a = ȳ − b x̄, R² = 1 − Sr/St

Trapesium: h[y0/2 + Σydalam + yn/2]; Simpson: (h/3)[y0 + 4Σganjil + 2Σgenap + yn]

Biseksi: xr = (a + b)/2; Newton: xi+1 = xi − f/f′

Manning: Q = (1/n)AR2/3S1/2

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.