Tegangan, regangan, dan lendutan
Gaya dalam belum menjawab apakah balok atau kolom kuat dan cukup kaku. Topik ini mengubah gaya menjadi tegangan pada penampang, tegangan menjadi regangan, dan regangan menjadi lendutan, lalu memeriksa kapan kolom langsing menekuk.
Setelah topik ini Anda mampu
- Menghitung tegangan normal σ = P/A, regangan ε, dan perpanjangan batang δ = PL/(AE) dengan hukum Hooke.
- Menghitung momen inersia penampang persegi dan profil I dari dimensinya.
- Menghitung tegangan lentur σ = My/I dan tegangan geser τ = VQ/(It) serta menggambar distribusinya.
- Menghitung lendutan balok sederhana dan kantilever, lalu membandingkannya dengan batas lendutan.
- Menghitung beban tekuk Euler dengan faktor panjang efektif K dan tegangan utama dengan lingkaran Mohr.
Gaya dalam balok (diagram V dan M), aljabar dan trigonometri dasar.
Beton bertulang, struktur baja dan kayu, beton prategang, kuat geser tanah (lingkaran Mohr), jembatan.
3 pertemuan kuliah · sekitar 3 jam belajar mandiri
Penggaris yang ditekuk pipih dan tegak
Jepit penggaris plastik di tepi meja dan gantungkan koin di ujungnya. Bila penggaris diletakkan pipih, ujungnya turun jauh. Putar penggaris sehingga berdiri tegak: bahan dan ukurannya sama, tetapi hampir tidak melendut. Yang berubah hanya letak bahan terhadap garis netral, yaitu momen inersia I.
Dari gaya ke tegangan, regangan, dan lendutan
Tegangan adalah gaya per satuan luas di dalam bahan. Selama bahan masih elastis, regangan sebanding dengan tegangan (hukum Hooke). Pada balok, momen menimbulkan tegangan lentur yang bertambah lurus dari garis netral, dan gaya lintang menimbulkan tegangan geser yang paling besar di garis netral. Integrasi kelengkungan sepanjang balok menghasilkan lendutan.
Satuan: N, mm, MPa (= N/mm²); 1 kN·m = 10⁶ N·mm. Tarik positif, tekan negatif. Momen positif melenturkan balok ke bawah (serat bawah tarik). y diukur dari garis netral. Pada lingkaran Mohr, τ positif digambar ke bawah dan sudut di lingkaran = 2 × sudut di elemen, searah putarannya (konvensi Hibbeler).
Faktor panjang efektif K kolom ideal
| Kondisi ujung | K teoretis | Bentuk tekuk |
|---|---|---|
| Jepit–jepit | 0,5 | Melengkung ganda, titik belok di seperempat tinggi |
| Jepit–sendi | 0,7 | Satu titik belok |
| Sendi–sendi | 1,0 | Setengah gelombang sinus |
| Jepit–bebas | 2,0 | Seperempat gelombang, seperti tiang bendera |
Nilai teoretis dari Hibbeler/Gere. Untuk desain, standar baja memakai nilai rekomendasi yang sedikit lebih besar karena jepit sempurna sulit dicapai (dibahas di topik Struktur baja). Rumus Euler hanya berlaku selama σcr masih di bawah batas proporsional bahan; kolom pendek leleh lebih dulu sebelum menekuk. Di topik ini batas itu didekati dengan fy (kolom ideal). Pada kolom baja canai panas, tegangan sisa dan ketidaklurusan membuat perilaku inelastis mulai jauh di bawah fy: SNI 1729:2020 Pasal E3 hanya memakai rumus tekuk elastis bila KL/r > 4,71√(E/fy) (sekitar 133 untuk fy 250 MPa), dan itu pun dikalikan 0,877.
Batas lendutan
Lendutan tidak membuat balok runtuh, tetapi lantai yang terlalu lentur terasa bergetar, plafon retak, dan pintu macet. Batas lendutan ditulis sebagai bagian dari bentang, misalnya L/240 atau L/360. Untuk komponen beton gedung, nilainya dipilih dari SNI 2847:2019 Tabel 24.2.2 menurut jenis komponen dan apakah ia menopang elemen nonstruktural yang mudah rusak. Di topik ini batas lendutan Anda pilih sendiri.
Acuan: Hibbeler, Mechanics of Materials (bab tegangan, regangan, lentur, geser transversal, transformasi tegangan, lendutan, dan tekuk); Gere dan Goodno, Mechanics of Materials. Batas lendutan beton: SNI 2847:2019 Tabel 24.2.2.
3 contoh, dari dasar ke terapan
Batang baja bulat diameter 16 mm, panjang 3 m, menggantung pelat kanopi dengan gaya tarik P = 50 kN. E = 200.000 MPa. Hitung tegangan, regangan, dan perpanjangan batang.
Luas penampang
- A
- π × 16² / 4 = 201,06 mm²
Tegangan dan regangan
- σ
- 50.000 / 201,06 = 248,68 MPa
- ε
- 248,68 / 200.000 = 0,001243 (0,124 %)
Perpanjangan
- Rumus
- δ = PL/(AE)
- Substitusi
- 50.000 × 3.000 / (201,06 × 200.000)
- Hasil
- δ = 3,73 mm
Balok baja WF 300 × 150 × 6,5 × 9 (abaikan fillet), tumpuan sederhana, bentang 6 m. Di penampang yang ditinjau bekerja momen M = 60 kN·m dan gaya lintang V = 80 kN. Hitung I, σmaks, dan τmaks. Lalu hitung lendutan akibat beban layan merata w = 10 kN/m (E = 200.000 MPa) dan periksa terhadap batas L/360.
Momen inersia dari dimensi
- Rumus
- I = [bfh³ − (bf − tw)(h − 2tf)³] / 12
- Substitusi
- [150 × 300³ − 143,5 × 282³] / 12
- Hasil
- I = 69.325.191 mm⁴ (6.932,5 cm⁴)
Tegangan lentur (M = 60 kN·m)
- σmaks
- 60 × 10⁶ × 150 / 69.325.191 = 129,82 MPa
Tegangan geser (V = 80 kN)
- Q di garis netral
- 150 × 9 × 145,5 + 6,5 × 141² / 2 = 261.038 mm³
- τmaks
- 80.000 × 261.038 / (69.325.191 × 6,5) = 46,34 MPa
- Pembanding
- V/(h·tw) = 80.000 / (300 × 6,5) = 41,03 MPa
Lendutan akibat w = 10 kN/m
- δ
- 5 × 10 × 6.000⁴ / (384 × 200.000 × 69.325.191) = 12,17 mm
- Batas
- L/360 = 6.000 / 360 = 16,67 mm → memenuhi
Kolom gudang WF 150 × 150 × 7 × 10 setinggi 4 m, ujung atas dan bawah sendi, tidak ditopang ke arah sumbu lemah. E = 200.000 MPa. Hitung beban tekuk Euler dan periksa apakah rumus Euler berlaku (fy 250 MPa). Bagaimana bila kaki kolom dijepit dan puncaknya bebas?
Besaran sumbu lemah
- Iy
- 2 × 10 × 150³ / 12 + 130 × 7³ / 12 = 5.628.716 mm⁴
- A
- 2 × 150 × 10 + 130 × 7 = 3.910 mm²
- ry
- √(5.628.716 / 3.910) = 37,94 mm
Beban kritis sendi–sendi (K = 1)
- Pcr
- π² × 200.000 × 5.628.716 / 4.000² = 694.415 N
- Hasil
- Pcr = 694,41 kN
- σcr
- 694.415 / 3.910 = 177,6 MPa < 250 MPa → menurut teori kolom ideal tekuk terjadi sebelum leleh, Euler berlaku
- KL/r
- 4.000 / 37,94 = 105,4
Jepit–bebas (K = 2)
- Pcr
- 694,41 / 2² = 173,60 kN
Kerjakan dengan angka soalmu
Periksa balok: tegangan dan lendutan. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.
Yang perlu diingat
- Tegangan = gaya per luas; selama elastis σ = Eε (hukum Hooke).
- Batang aksial memanjang δ = PL/(AE).
- Tegangan lentur bertambah lurus dari garis netral: σ = My/I, terbesar di serat terluar.
- Tegangan geser terbesar di garis netral: τ = VQ/(It); persegi 1,5V/A, profil I hampir seluruhnya di badan.
- Kekakuan lentur EI menentukan lendutan; tinggi penampang paling berpengaruh karena I ∝ h³.
- Lendutan dibandingkan dengan batas seperti L/240 atau L/360 sesuai jenis komponen.
- Beban tekuk Euler turun cepat dengan panjang (∝ 1/L²) dan sangat dipengaruhi kondisi ujung K.
- Lingkaran Mohr: pusat (σx + σy)/2, jari-jari = τmaks, tegangan utama di sumbu σ.
σ = P/A, δ = PL/(AE)
Ipersegi = bh³/12; σ = Mc/I; τpersegi,maks = 1,5V/A
δsederhana = 5wL⁴/(384EI) + PL³/(48EI)
δkantilever = wL⁴/(8EI) + PL³/(3EI)
Pcr = π²EI/(KL)²
σ1,2 = (σx + σy)/2 ± √[((σx − σy)/2)² + τxy²]
Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.