QWorks Civil Learning
Materi dasar / Transportasi dan jalan
L1 DasarRekayasa lalu lintasBeta

Karakteristik arus lalu lintas

Sebelum merencanakan pelebaran jalan atau simpang, insinyur perlu tahu berapa kendaraan yang lewat, seberapa cepat, dan seberapa rapat. Ketiganya saling terkait: jalan yang terlalu rapat justru meloloskan lebih sedikit kendaraan. Topik ini membahas hubungan itu dan cara mengukurnya di lapangan.

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Menjelaskan arti arus q, kerapatan k, dan kecepatan v serta hubungan q = k·v.
  2. Menghitung arus maksimum, kerapatan kritis, dan kecepatan kritis dengan model Greenshields.
  3. Membedakan kecepatan rata-rata waktu dan rata-rata ruang, lalu menghitung keduanya dari data survei.
  4. Menghitung faktor jam puncak (PHF) dari hitungan 15 menit dan laju arus rencana per lajur.
  5. Merencanakan survei hitung lalu lintas sederhana.
Prasyarat

Aljabar dasar (persamaan kuadrat), rata-rata hitung, konversi satuan km/jam dan m/s.

Dipakai lagi di

Kapasitas dan kinerja ruas jalan, geometrik jalan, desain tebal perkerasan (beban lalu lintas), simpang bersinyal.

Setara

2 pertemuan kuliah · sekitar 2 jam belajar mandiri

Intuisi

Jalan seperti lorong sekolah saat bel pulang

Saat lorong sepi, setiap anak bisa berlari, tetapi yang keluar pintu hanya sedikit karena anaknya memang sedikit. Saat lorong penuh sesak, semua hanya bisa berjalan pelan dan yang keluar juga sedikit. Jumlah terbanyak keluar justru saat lorong setengah penuh. Tambahkan kendaraan di jalan di bawah ini dan perhatikan angka di garis hitung.

Teori dan rumus

Arus, kerapatan, dan kecepatan terikat satu persamaan

Arus q adalah jumlah kendaraan yang melewati satu titik per satuan waktu. Kerapatan k adalah jumlah kendaraan per satuan panjang jalan pada satu saat. Kecepatan v yang mengikat keduanya adalah kecepatan rata-rata ruang. Model Greenshields menganggap kecepatan turun lurus dari kecepatan arus bebas sampai nol saat jalan macet total.

Hubungan dasar arus
q = k · vs
Garber & Hoel, bab arus lalu lintas
Model Greenshields (v–k lurus)
v = vf · (1 − k / kj)
Arus terhadap kerapatan (parabola)
q = vf · k − (vf / kj) · k²
Titik kritis (dq/dk = 0)
kc = kj / 2; vc = vf / 2; qmaks = vf · kj / 4
Kecepatan pada arus q
v = (vf / 2) · [1 ± √(1 − q / qmaks)]; tanda + untuk kondisi tidak macet
Kecepatan rata-rata waktu (di satu titik)
v̄t = Σvi / n
Kecepatan rata-rata ruang (rata-rata harmonik)
v̄s = n / Σ(1/vi) = n · L / Σti
Headway dan jarak antarkendaraan rata-rata
h̄ = 3600 / q (s); s̄ = 1000 / k (m)
Faktor jam puncak
PHF = V / (4 · V15,maks); laju arus puncak = V / PHF
Highway Capacity Manual

Satuan: q dalam kend/jam (per lajur bila disebut), k dalam kend/km, v dalam km/jam, t dalam detik, L dalam meter. 1 m/s = 3,6 km/jam. vf = kecepatan arus bebas, kj = kerapatan macet (jam density).

Dua cara merata-ratakan kecepatan

Pengamat di satu titik mencatat kecepatan setiap kendaraan yang lewat, lalu merata-ratakannya: itu kecepatan rata-rata waktu. Kendaraan cepat lebih sering melintasi titik itu dalam selang waktu yang sama, sehingga rata-rata ini condong ke kendaraan cepat. Kecepatan rata-rata ruang adalah panjang segmen dibagi waktu tempuh rata-rata, sama dengan rata-rata harmonik kecepatan. Nilainya selalu sama atau lebih kecil daripada rata-rata waktu. Hubungan q = k·v hanya berlaku dengan kecepatan rata-rata ruang.

Cara mengukur di lapangan

BesaranCara surveiCatatan
Volume dan arus qHitung kendaraan yang melewati satu garis per 15 menit, per arah dan per jenis kendaraan: manual dengan alat hitung, rekaman video, detektor loop, atau pipa pneumatik.Jam puncak = empat interval 15 menit berurutan dengan jumlah terbesar.
Kecepatan sesaatRadar atau speed gun di satu titik.Menghasilkan rata-rata waktu.
Waktu tempuhDua garis berjarak L, catat waktu masuk dan keluar tiap kendaraan (atau rekaman video, kendaraan uji).Menghasilkan rata-rata ruang.
Kerapatan kFoto udara atau drone: hitung kendaraan per panjang jalan.Bila tidak ada, k = q / vs.

Langkah survei hitung sederhana

  1. Pilih lokasi di ruas lurus yang jauh dari pengaruh simpang, dengan pandangan bebas ke kedua arah.
  2. Tetapkan jam survei yang mencakup jam sibuk pagi dan sore, dan bagi dalam interval 15 menit.
  3. Pisahkan arah dan jenis kendaraan (sepeda motor, kendaraan ringan, kendaraan berat), karena kapasitas jalan Indonesia dihitung dengan bobot tiap jenis.
  4. Cari jam puncak, hitung PHF dan laju arus puncak = 4 × V15,maks.
  5. Bagi laju arus puncak dengan jumlah lajur searah untuk mendapat arus per lajur.

Bobot tiap jenis kendaraan dan kapasitas jalan menurut pedoman Indonesia dibahas di topik Kapasitas dan kinerja ruas jalan. Di topik ini semua kendaraan dihitung sama.

Acuan: Garber dan Hoel, Traffic and Highway Engineering, bab karakteristik arus lalu lintas dan studi lalu lintas; Mannering dan Washburn, Principles of Highway Engineering and Traffic Analysis, bab analisis arus lalu lintas. Definisi PHF mengikuti Highway Capacity Manual (TRB). Greenshields adalah model makroskopik paling sederhana; data lapangan kadang lebih cocok dengan model Greenberg atau Underwood.

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · model Greenshieldsdasar

Survei di satu lajur jalan tol dalam kota menghasilkan vf = 80 km/jam dan kj = 120 kend/km. Hitung arus maksimum dan titik kritisnya, lalu kecepatan dan arus pada k = 30 kend/km dan k = 90 kend/km.

  1. Titik kritis

    kc
    120 / 2 = 60 kend/km
    vc
    80 / 2 = 40 km/jam
    qmaks
    80 × 120 / 4 = 2.400 kend/jam/lajur
  2. Pada k = 30 kend/km

    v
    80 × (1 − 30/120) = 60 km/jam
    q
    30 × 60 = 1.800 kend/jam
    Headway
    3600 / 1.800 = 2,00 s
  3. Pada k = 90 kend/km

    v
    80 × (1 − 90/120) = 20 km/jam
    q
    90 × 20 = 1.800 kend/jam
Artinya: Arus yang sama bisa terjadi pada dua keadaan: lancar dan macet. Karena itu hitungan volume saja tidak cukup untuk menilai kinerja jalan; kecepatan atau kerapatan juga perlu diukur.
Contoh 2 · rata-rata waktu dan rata-rata ruangmenengah

Lima kendaraan melintasi segmen pengamatan sepanjang 100 m dengan waktu tempuh 5,0; 6,0; 4,5; 7,5; dan 5,5 detik. Hitung kecepatan rata-rata waktu dan kecepatan rata-rata ruang.

  1. Kecepatan tiap kendaraan

    Rumus
    vi = 3,6 × L / ti
    Hasil
    72,0; 60,0; 80,0; 48,0; 65,5 km/jam
  2. Rata-rata waktu (rata-rata hitung)

    Hitung
    (72,0 + 60,0 + 80,0 + 48,0 + 65,5) / 5 = 325,5 / 5
    Hasil
    v̄t = 65,1 km/jam
  3. Rata-rata ruang (panjang dibagi waktu rata-rata)

    Σt
    5,0 + 6,0 + 4,5 + 7,5 + 5,5 = 28,5 s
    Hitung
    3,6 × 5 × 100 / 28,5
    Hasil
    v̄s = 63,2 km/jam
    Periksa
    rata-rata harmonik 5 / (1/72 + 1/60 + 1/80 + 1/48 + 1/65,5) = 63,2 km/jam
Artinya: Rata-rata ruang lebih kecil sekitar 2 km/jam. Untuk q = k·v dan untuk waktu tempuh perjalanan, pakai rata-rata ruang.
Contoh 3 · PHF dan arus per lajur dari surveiterapan

Survei hitung satu arah jalan arteri dua lajur pada pagi hari menghasilkan 410, 480, 525, dan 455 kendaraan per 15 menit (mulai 07.00). Model Greenshields per lajur: vf = 80 km/jam, kj = 120 kend/km. Hitung PHF, laju arus rencana per lajur, kecepatan, dan kerapatannya.

  1. Volume jam puncak dan PHF

    V
    410 + 480 + 525 + 455 = 1.870 kend/jam
    V15,maks
    525 kend (07.30–07.45)
    PHF
    1.870 / (4 × 525) = 1.870 / 2.100 = 0,890
  2. Laju arus rencana per lajur

    Laju puncak
    4 × 525 = 2.100 kend/jam
    Per lajur
    2.100 / 2 = 1.050 kend/jam/lajur
  3. Kecepatan dan kerapatan

    qmaks
    80 × 120 / 4 = 2.400 kend/jam/lajur
    q / qmaks
    1.050 / 2.400 = 0,4375; √(1 − 0,4375) = 0,75
    v
    (80/2) × (1 + 0,75) = 70,0 km/jam
    k
    1.050 / 70,0 = 15,0 kend/km; headway 3600 / 1.050 = 3,43 s
Artinya: Desain memakai laju arus 15 menit puncak, bukan rata-rata jam. Bila volume jam dibagi 2 lajur begitu saja (935 kend/jam/lajur), beban puncak yang sebenarnya diremehkan sekitar 11 %.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Dari hitungan 15 menit ke kecepatan dan kerapatan per lajur. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Arus q (kend/jam), kerapatan k (kend/km), dan kecepatan rata-rata ruang v (km/jam) terikat q = k·v.
  • Greenshields: kecepatan turun lurus dari vf ke nol di kj; kurva q–k berbentuk parabola.
  • Arus maksimum qmaks = vfkj/4 terjadi di kc = kj/2 dan vc = vf/2.
  • Satu nilai arus bisa terjadi dalam kondisi lancar atau macet; ukur juga kecepatan atau kerapatan.
  • Rata-rata ruang (harmonik, dari waktu tempuh) ≤ rata-rata waktu (hitung, dari kecepatan sesaat).
  • Survei dihitung per 15 menit; desain memakai laju arus puncak = V/PHF = 4·V15,maks.
  • Headway rata-rata 3600/q detik, jarak rata-rata 1000/k meter.
Lembar rumus

q = k · vs

v = vf(1 − k/kj); qmaks = vfkj/4

v = (vf/2)[1 ± √(1 − q/qmaks)]

v̄s = n / Σ(1/vi) = nL / Σti

PHF = V / (4V15,maks)

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.