Gaya dalam balok dan rangka batang
Reaksi tumpuan baru setengah cerita. Untuk memilih ukuran balok atau batang, engineer perlu tahu gaya yang bekerja di dalam setiap penampang: gaya lintang, momen lentur, dan gaya batang. Topik ini menggambar gaya dalam itu sepanjang balok dan di setiap batang rangka.
Setelah topik ini Anda mampu
- Menghitung gaya lintang V dan momen lentur M di penampang mana pun dengan metode potongan.
- Menggambar diagram V dan M balok sederhana dan kantilever, lalu menemukan momen maksimum di titik V = 0.
- Memakai hubungan dV/dx = −w dan dM/dx = V untuk memeriksa bentuk diagram.
- Menghitung gaya batang rangka dengan metode titik buhul dan metode potongan, serta menentukan tarik atau tekan.
- Menggambar garis pengaruh reaksi, geser, dan momen balok sederhana, lalu memakainya untuk beban bergerak.
Diagram benda bebas dan reaksi tumpuan (tiga persamaan keseimbangan), trigonometri dasar.
Tegangan dan lendutan, beton bertulang, struktur baja dan kayu, pembebanan jembatan, analisis statis tak tentu.
3 pertemuan kuliah · sekitar 3 jam belajar mandiri
Memegang sapu mendatar dengan satu tangan
Pegang ujung gagang sapu dan angkat mendatar, lalu gantungkan tas belanja di gagangnya. Berat tas yang Anda tahan sama di mana pun tas digantung, tetapi pergelangan tangan terasa makin berat bila tas makin jauh. Rasa berat di pergelangan itulah momen lentur; gaya yang Anda tahan adalah gaya lintang.
Potong, gambar benda bebas, seimbangkan
Gaya dalam dicari dengan memotong struktur di titik yang ditinjau. Bagian kiri potongan harus tetap seimbang, jadi di bidang potong bekerja gaya normal N, gaya lintang V, dan momen lentur M yang menahan semua gaya luar di sebelah kiri. Untuk rangka batang dengan beban di titik buhul, setiap batang hanya menahan gaya aksial tarik atau tekan.
w positif ke bawah (beban gravitasi). V positif bila resultan gaya di kiri potongan mengarah ke atas. M positif bila balok melendut ke bawah (serat bawah tertarik); di topik ini M positif digambar di atas sumbu, seperti Hibbeler. Hibbeler menulis dV/dx = w dengan w positif ke atas; isinya sama. Gaya batang positif = tarik.
Membaca diagram dari hubungan dV/dx = −w dan dM/dx = V
| Beban pada segmen | Diagram V | Diagram M |
|---|---|---|
| Tanpa beban (w = 0) | Datar (konstan) | Garis lurus miring |
| Beban merata w | Garis lurus turun dengan kemiringan −w | Parabola; puncak di titik V = 0 |
| Beban titik P | Melompat turun sebesar P | Patah (berubah kemiringan), tetap menerus |
| Ujung bebas atau rol/sendi di ujung | Sama dengan reaksi tumpuan di situ; di ujung bebas sama dengan beban titik di ujung (nol bila tanpa beban) | Nol |
Metode titik buhul dan metode potongan
- Titik buhul: mulai dari titik dengan paling banyak dua gaya tak diketahui, tulis ΣFx = 0 dan ΣFy = 0, lalu pindah ke titik berikutnya. Misalkan semua batang tarik; hasil negatif berarti tekan.
- Potongan: potong rangka melalui paling banyak tiga batang yang belum diketahui. Ambil ΣM di titik potong dua batang lainnya agar satu gaya langsung didapat. Cara ini cepat bila hanya beberapa batang yang dicari.
- Batang gaya nol: di titik buhul tanpa beban yang hanya punya dua batang tak segaris, keduanya bergaya nol. Bila tiga batang bertemu di titik buhul tanpa beban dan dua di antaranya segaris, batang ketiga bergaya nol.
Garis pengaruh
Garis pengaruh menunjukkan nilai satu besaran (reaksi, geser, atau momen di satu titik) saat beban satuan berpindah sepanjang balok. Nilai akibat beban titik P = P × ordinat; akibat beban merata w = w × luas garis pengaruh di bagian yang dibebani. Karena itu garis pengaruh dipakai untuk mencari posisi beban kendaraan yang paling menentukan pada jembatan.
Acuan: Hibbeler, Engineering Mechanics: Statics (bab rangka batang dan gaya dalam) dan Structural Analysis (bab garis pengaruh balok statis tertentu). Topik ini murni statika; besar beban kendaraan rencana diatur SNI 1725:2016 di topik Pembebanan jembatan.
3 contoh, dari dasar ke terapan
Balok sederhana L = 8 m, sendi di A dan rol di B. Beban merata w = 10 kN/m dari A sampai 4 m dan beban titik P = 20 kN di 6 m dari A. Gambar diagram V dan M, lalu cari momen maksimum dan letaknya.
Reaksi tumpuan
- ΣMA = 0
- RB = (40 × 2 + 20 × 6) / 8 = 25 kN
- ΣFy = 0
- RA = 40 + 20 − 25 = 35 kN
Gaya lintang per segmen
- 0 ≤ x ≤ 4
- V = 35 − 10x (turun dengan kemiringan −w)
- 4 < x < 6
- V = 35 − 40 = −5 kN
- 6 < x ≤ 8
- V = −5 − 20 = −25 kN = −RB
Letak V = 0 dan momen maksimum
- V = 0
- 35 − 10x = 0 → x = 3,5 m
- Mmaks
- 35 × 3,5 − 10 × 3,5² / 2 = 122,5 − 61,25 = 61,25 kN·m
- Periksa luas V
- luas segitiga 0–3,5 m = 35 × 3,5 / 2 = 61,25 kN·m
Momen di titik penting
- M(4)
- 35 × 4 − 40 × 2 = 60,00 kN·m
- M(6)
- 35 × 6 − 40 × 4 = 50,00 kN·m; periksa dari kanan: 25 × 2 = 50,00 kN·m
- M(8)
- 0 di rol B
Rangka Pratt 4 panel, panjang panel d = 3 m, tinggi h = 3 m, sendi di L0 dan rol di L4. Beban P = 10 kN bekerja di L1, L2, dan L3. Hitung gaya batang tepi dan diagonal di panel 1 dan 2.
Reaksi dan sudut diagonal
- Reaksi
- RA = RB = 3 × 10 / 2 = 15 kN
- sin θ
- 3 / √(3² + 3²) = 0,7071
Titik buhul L0 dan U0
- L0
- FL0U0 = −15 kN (tekan), FL0L1 = 0
- U0, ΣFy
- FU0L1 × 0,7071 = 15 → FU0L1 = 21,21 kN (tarik)
- U0, ΣFx
- FU0U1 = −21,21 × 0,7071 = −15,00 kN (tekan)
Potongan di panel 2 (memotong U1U2, L1L2, U1L2)
- ΣM di U1
- FL1L2 × 3 = 15 × 3 → FL1L2 = 15,00 kN (tarik)
- ΣM di L2
- FU1U2 × 3 = −(15 × 6 − 10 × 3) → FU1U2 = −20,00 kN (tekan)
- ΣFy
- FU1L2 × 0,7071 = 15 − 10 → FU1L2 = 7,07 kN (tarik)
Batang tegak
- L1, ΣFy
- FL1U1 + 21,21 × 0,7071 − 10 = 0 → FL1U1 = −5,00 kN (tekan)
- U2
- tanpa beban, dua batang tepi segaris → FL2U2 = 0
Gelagar jembatan sederhana L = 12 m. Satu beban titik P = 50 kN dapat berada di mana saja dan beban merata w = 8 kN/m dapat menutup seluruh bentang (angka ilustrasi). Hitung momen maksimum di titik C, 4 m dari A.
Garis pengaruh momen di C
- Ordinat puncak
- η = c(L − c)/L = 4 × 8 / 12 = 2,667 m
- Luas
- A = L × η / 2 = 12 × 2,667 / 2 = 16,00 m²
Posisi beban yang menentukan
- Beban titik
- letakkan tepat di C: 50 × 2,667 = 133,33 kN·m
- Beban merata
- tutup seluruh bentang (ordinat semuanya positif): 8 × 16,00 = 128,00 kN·m
Momen maksimum di C
- MC,maks
- 133,33 + 128,00 = 261,33 kN·m
Kerjakan dengan angka soalmu
Rangka batang: gaya setiap batang, tarik atau tekan. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.
Yang perlu diingat
- Gaya dalam dicari dengan memotong struktur dan menyeimbangkan satu bagiannya.
- dV/dx = −w dan dM/dx = V: beban merata membuat V miring dan M parabola.
- Beban titik membuat V melompat sebesar P dan M patah.
- Momen maksimum di titik V = 0; selisih momen = luas diagram V.
- Momen di rol, sendi ujung, dan ujung bebas kantilever sama dengan nol; momen terbesar kantilever ada di jepit.
- Rangka statis tertentu bila m + r = 2j; metode potongan cepat untuk satu atau tiga batang.
- Pratt: diagonal tarik. Howe: diagonal tekan. Kenali batang gaya nol sebelum menghitung.
- Garis pengaruh: besaran akibat P = P × ordinat; akibat w = w × luas.
Balok sederhana: Mmaks = wL²/8 (merata), PL/4 (titik di tengah)
Kantilever: Mjepit = −wL²/2 − PL
Potongan rangka: Ftepi = ±Mtitik / h, Fdiagonal = ±V / sin θ
GP momen di C: ηmaks = c(L − c)/L
GP reaksi: ηA = 1 − x/L
Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.