QWorks Civil Learning
Materi dasar / Fondasi bersama
L1 DasarGambar teknikBIMBeta

Gambar teknik dan BIM dasar

Gambar kerja adalah bahasa bersama antara perencana, pengawas, dan tukang. Topik ini melatih membaca skala, menyusun tiga tampak dan potongan dari benda tiga dimensi, memahami notasi gambar kerja, lalu mengambil kuantitas beton, bekisting, dan besi langsung dari model BIM.

Tujuan dan prasyarat

Setelah topik ini Anda mampu

  1. Mengubah ukuran nyata ke ukuran gambar dan sebaliknya, lalu memilih skala dan ukuran kertas yang cocok.
  2. Menyusun tampak depan, samping, atas, dan potongan dari benda 3D sesuai proyeksi Eropa atau Amerika.
  3. Membaca notasi gambar kerja: as, elevasi, dan notasi tulangan seperti D13-150 dan 4D16.
  4. Menghitung volume beton, luas bekisting, dan berat tulangan (0,00617·d² kg/m) dari model.
  5. Menjelaskan arti LOD dan informasi apa yang dapat dipercaya dari model pada setiap tingkat.
Prasyarat

Geometri ruang dasar (volume dan luas), satuan panjang, massa jenis.

Dipakai lagi di

Estimasi biaya dan volume pekerjaan, beton bertulang, fondasi dangkal, BIM dan konstruksi digital.

Setara

2 pertemuan kuliah · sekitar 2 jam belajar mandiri

Intuisi

Bayangan batu bata di dinding

Letakkan batu bata di dekat dinding saat matahari pagi menyinari dari depan. Bayangannya di dinding adalah "tampak depan" bata itu. Bila bata diputar, bayangannya melebar dan tidak lagi menunjukkan ukuran sebenarnya. Gambar teknik selalu memakai sinar sejajar yang tegak lurus bidang gambar, dan muka benda dihadapkan lurus, supaya ukuran di gambar bisa langsung diukur.

Teori dan rumus

Skala, proyeksi, notasi, dan model informasi

Skala 1:N berarti 1 satuan di gambar mewakili N satuan di lapangan. Proyeksi ortogonal memotret benda dengan sinar sejajar dari depan, samping, dan atas, sehingga setiap tampak menunjukkan ukuran sebenarnya pada dua arah. Potongan memperlihatkan bagian dalam, misalnya letak tulangan. Model BIM menyimpan bentuk dan informasi elemen sekaligus, sehingga gambar dan kuantitas diturunkan dari sumber yang sama.

Skala gambar 1:N
panjang di gambar (mm) = panjang nyata (m) × 1.000 / N; panjang nyata (m) = ukuran gambar (mm) × N / 1.000
Kertas seri A
A0 = 841 × 1.189 mm (luas 1 m², rasio 1 : √2); setiap nomor berikutnya separuhnya: A1 594 × 841, A2 420 × 594, A3 297 × 420, A4 210 × 297
ISO 216
Volume beton elemen prismatik
V = panjang × lebar × tinggi (m³)
Luas bekisting
telapak: 2(B + L)·t; kolom: 2(b + h)·H; balok: (b + 2h)·L (sisi yang dicetak)
Massa tulangan per meter
m = ρ·π·d²/4 = 7.850 × π × d² / (4 × 10⁶) ≈ 0,00617·d² kg/m (d dalam mm)
SNI 2052:2024, massa nominal
Jumlah batang berjarak s
n = ⌊(lebar − 2c) / s⌋ + 1
Berat tulangan dan rasio
W = Σ n·ℓ·m; rasio = W / Vbeton (kg/m³)

Ukuran gambar dalam mm, elevasi dalam m terhadap ±0,00 (biasanya muka lantai atau muka tanah rencana). D = baja tulangan sirip (ulir), Ø = baja polos; SNI 2052:2024 menandai keduanya dengan S dan P. "D13-150" berarti diameter 13 mm berjarak 150 mm; "4D16" berarti 4 batang diameter 16 mm.

Proyeksi Eropa dan Amerika

Kedua cara memakai tiga tampak yang sama; bedanya letak. Pada proyeksi Eropa (sudut pertama), tampak atas diletakkan di bawah tampak depan dan tampak dari kiri diletakkan di kanan. Pada proyeksi Amerika (sudut ketiga), tampak atas di atas tampak depan dan tampak dari kanan di kanan. Selalu periksa simbol proyeksi di kop gambar sebelum membaca.

Tingkat pengembangan model (LOD)

LODIsi elemen modelKuantitas yang boleh dipercaya
100Simbol atau massa umum; keberadaan elemen sajaPerkiraan kasar dari luas atau volume bangunan
200Elemen generik dengan ukuran, letak, dan orientasi perkiraanVolume perkiraan
300Elemen spesifik dengan ukuran, bentuk, dan letak pasti, terukur langsung dari modelVolume beton dan bekisting
350LOD 300 ditambah antarmuka dengan sistem lain (sambungan, tumpuan)Koordinasi dan deteksi tabrakan
400Detail fabrikasi dan pemasangan, termasuk tulanganBerat besi dan daftar potong tulangan
500Diverifikasi di lapangan (as-built)Kuantitas terpasang

LOD adalah Level of Development: seberapa jauh bentuk dan informasi elemen dapat diandalkan, bukan sekadar seberapa rinci gambarnya. Ringkasan diparafrasekan dari BIMForum LOD Specification. Pada elemen beton, BIMForum baru meminta tulangan dimodelkan sebagian di LOD 350 (daerah padat, stek) dan seluruhnya di LOD 400. LOD 500 hanya menyatakan verifikasi lapangan, bukan tingkat geometri yang lebih tinggi.

Informasi di dalam elemen model

  • Identitas: kode elemen (mis. F1, K1), lantai atau zona, as.
  • Material: mutu beton fc', mutu baja, selimut.
  • Kuantitas: volume, luas bekisting, berat besi, yang dihitung otomatis dari bentuk.
  • Pekerjaan: kode item AHSP, tahapan, dan jadwal, sehingga model bisa dipakai untuk biaya (5D) dan waktu (4D).

Acuan: ISO 216 (ukuran kertas seri A); BIMForum, Level of Development (LOD) Specification; SNI 2052:2024 Baja tulangan beton (massa nominal setara ρ = 7.850 kg/m³); SNI 2847:2019 pasal 25.2.1 (jarak bersih tulangan) dan Tabel 20.6.1.3.1 (selimut beton). Gambar teknik umum: buku gambar teknik mesin dan bangunan yang memakai standar ISO.

Contoh soal terurai

3 contoh, dari dasar ke terapan

Contoh 1 · skala dan ukuran kertasdasar

Denah ruko 18 × 12 m akan dicetak pada kertas A3 (420 × 297 mm, lanskap). Bidang gambar setelah margin dan kop gambar adalah 327 × 277 mm. Apakah skala 1:50 muat? Bila tidak, pakai 1:100. Pada gambar 1:100 itu, jarak antar-as terukur 37 mm; berapa jarak sebenarnya?

  1. Coba skala 1:50

    Panjang
    18 × 1.000 / 50 = 360 mm > 327 mm
    Hasil
    tidak muat
  2. Skala 1:100

    Ukuran gambar
    18 × 1.000 / 100 = 180 mm; 12 × 1.000 / 100 = 120 mm
    Hasil
    180 × 120 mm, muat di 327 × 277 mm
  3. Ukuran terukur ke ukuran nyata

    Rumus
    nyata = ukuran gambar × N / 1.000
    Hasil
    37 × 100 / 1.000 = 3,70 m
Artinya: Pada skala 1:100, 1 cm di gambar = 1 m di lapangan. Meski begitu, tulis ukuran dengan angka pada garis ukur; gambar cetak bisa menyusut atau memuai, jadi mengukur dengan mistar hanya untuk memeriksa.
Contoh 2 · volume beton dan bekisting dari modelmenengah

Model fondasi rumah dua lantai berisi telapak 1.200 × 1.200 × 300 mm dan kolom pedestal 300 × 300 mm setinggi 1.200 mm. Hitung volume beton dan luas bekisting satu titik fondasi.

  1. Volume beton

    Telapak
    1,20 × 1,20 × 0,30 = 0,432 m³
    Kolom
    0,30 × 0,30 × 1,20 = 0,108 m³
    Jumlah
    V = 0,540 m³
  2. Luas bekisting (sisi tegak yang dicetak)

    Telapak
    2 × (1,20 + 1,20) × 0,30 = 1,440 m²
    Kolom
    2 × (0,30 + 0,30) × 1,20 = 1,440 m²
    Jumlah
    A = 2,880 m²
Artinya: Model LOD 300 sudah cukup untuk volume beton dan bekisting karena ukuran dan letak elemennya pasti. Kuantitas ini dikalikan jumlah titik fondasi untuk rencana anggaran.
Contoh 3 · jadwal dan berat tulanganterapan

Fondasi yang sama diberi tulangan telapak D13-150 dua arah, kolom 4D16, sengkang Ø8-150, selimut 75 mm. Panjang tulangan diambil lurus tanpa kait, kecuali sengkang yang ditambah 2 × 10·Ø untuk kait (asumsi latihan). Hitung berat besi dan rasionya terhadap volume beton.

  1. Massa per meter

    D13
    0,00617 × 13² ≈ 7.850 × π × 13²/4/10⁶ = 1,042 kg/m
    D16
    1,578 kg/m
    Ø8
    0,395 kg/m
  2. Tulangan telapak T1 dan T2

    Jumlah
    ⌊(1.200 − 2 × 75) / 150⌋ + 1 = 8 batang per arah
    Panjang
    1.200 − 2 × 75 = 1.050 mm
    Berat
    2 × 8 × 1,050 × 1,042 = 17,50 kg
  3. Kolom K1 dan sengkang S1

    K1
    4 × (1.200 + 300 − 75) mm = 4 × 1,425 m × 1,578 = 9,00 kg
    S1
    ⌊1.200/150⌋ + 1 = 9 buah × (2 × 150 + 2 × 150 + 160) mm = 9 × 0,760 × 0,395 = 2,70 kg
  4. Total dan rasio

    Berat besi
    17,50 + 9,00 + 2,70 = 29,20 kg
    Rasio
    29,20 / 0,540 = 54,1 kg/m³
Artinya: Berat besi baru dapat dibaca langsung dari model bila tulangan dimodelkan (LOD 400). Pada LOD 300, estimator biasanya memakai rasio kg/m³ dari proyek sejenis, dan angka itu harus diganti dengan hitungan seperti ini saat gambar kerja selesai.
Step Solver

Kerjakan dengan angka soalmu

Dari model fondasi ke daftar kuantitas. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.

Ringkasan dan lembar rumus

Yang perlu diingat

  • Skala 1:N: ukuran gambar = ukuran nyata / N. Pada 1:100, 1 cm = 1 m.
  • Kertas seri A: A0 = 841 × 1.189 mm, setiap nomor berikutnya separuh luasnya.
  • Tiga tampak memakai sinar sejajar tegak lurus bidang gambar; Eropa: tampak atas di bawah, Amerika: di atas.
  • Potongan memperlihatkan isi elemen; arsiran untuk bidang terpotong, tulangan digambar dengan notasinya.
  • Notasi: as dengan garis titik-strip dan lingkaran, elevasi terhadap ±0,00, D13-150 (diameter-jarak), 4D16 (jumlah dan diameter).
  • Massa tulangan ≈ 0,00617·d² kg/m karena ρ baja 7.850 kg/m³.
  • LOD adalah keandalan informasi model: LOD 300 untuk volume beton dan bekisting, LOD 400 untuk tulangan.
Lembar rumus

gambar (mm) = nyata (m) × 1.000 / N

V = p × l × t; bekisting = keliling × tinggi

m = 7.850·π·d²/(4·10⁶) ≈ 0,00617·d² kg/m

n = ⌊(lebar − 2c)/s⌋ + 1

rasio besi = Σ(n·ℓ·m) / Vbeton

Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.