Uji tarik baja tulangan
Kekuatan balok dan kolom beton bergantung pada mutu baja tulangannya. Sebelum dipasang, contoh tulangan ditimbang dan ditarik sampai putus di laboratorium. Topik ini mengolah data uji tarik menjadi tegangan leleh, kuat tarik, regangan putus, dan modulus elastisitas, lalu membandingkannya dengan syarat kelas baja dan syarat tulangan tahan gempa.
Setelah topik ini Anda mampu
- Mengubah data beban dan pertambahan panjang menjadi kurva tegangan–regangan.
- Menentukan tegangan leleh (titik luluh atau offset 0,2 %), kuat tarik, regangan putus, dan modulus elastisitas.
- Memeriksa berat per meter tulangan terhadap berat nominal 0,00617·d².
- Menilai kelas baja dan syarat tambahan tulangan tahan gempa SNI 2847:2019.
Tegangan dan regangan, hukum Hooke (topik Tegangan, regangan, dan lendutan).
Beton bertulang, baja tahan gempa, statistik mutu, pengawasan material di proyek.
1 pertemuan kuliah · 1 praktikum uji tarik
Kawat jemuran yang digantungi beban
Gantungkan beban kecil pada kawat, kawat memanjang sedikit dan kembali seperti semula saat beban dilepas. Itu perilaku elastis. Beban yang terlalu besar membuat kawat memanjang jauh dan tidak kembali penuh: kawat sudah leleh. Tulangan beton dirancang tetap elastis saat dipakai, tetapi mampu memanjang jauh sebelum putus.
Membaca kurva tegangan–regangan
Mesin uji tarik mencatat beban P dan pertambahan panjang ΔL pada panjang ukur L0. Tegangan dihitung dengan luas nominal tulangan, regangan dengan panjang ukur. Kurva yang terbentuk memperlihatkan bagian elastis, leleh, pengerasan regangan, pengecilan penampang (necking), dan putus.
Satuan: P dalam kN, ΔL dan d dalam mm, tegangan dalam MPa (N/mm²). Regangan tanpa satuan atau dalam persen. 1 kN = 1.000 N.
Mengapa rasio fu/fy dan regangan putus penting untuk gempa
Saat gempa kuat, ujung balok sengaja dibiarkan leleh membentuk sendi plastis. Baja harus bisa memanjang jauh tanpa putus (regangan putus besar) dan terus menguat setelah leleh (fu/fy besar) agar leleh menyebar sepanjang tulangan. Kuat leleh aktual juga tidak boleh jauh melebihi nilai rencana, karena balok yang terlalu kuat dapat memindahkan kerusakan ke kolom. Untuk tulangan longitudinal sistem pemikul gempa khusus, mutu yang diizinkan paling tinggi 420 MPa (SNI 2847:2019 Pasal 20.2.2.4); syarat regangan putus minimum di Pasal 20.2.2.5 berlaku untuk mutu 420.
Kelas baja tulangan
SNI 2052:2024 (pengganti SNI 2052:2017) membagi baja tulangan beton polos (BjTP) dan sirip (BjTS) menurut kuat leleh minimum, misalnya BjTS 280 dan BjTS 420. Tiap kelas punya batas kuat leleh minimum dan maksimum, kuat tarik minimum, rasio kuat tarik terhadap kuat leleh, regangan putus minimum per diameter, dan toleransi berat. Di topik ini nilai syarat kelas berupa isian; nilai bawaannya diambil dari rancangan standar dan harus dicocokkan dengan tabel standar yang terbit.
Tulangan kurang berat
Tegangan dihitung dengan luas nominal. Tulangan yang lebih ringan dari berat nominal punya luas nyata lebih kecil, jadi kuat leleh hasil ujinya ikut turun. Karena itu berat per meter selalu diperiksa bersama uji tarik.
Acuan: SNI 2052:2024 Baja tulangan beton (pemberlakuan wajib melalui Permenperin 55/2024); SNI 2847:2019 Pasal 20.2.2.4 dan 20.2.2.5 (penomoran = ACI 318-14); Hibbeler, Mechanics of Materials, bab sifat mekanis bahan. Teks standar tidak disalin.
3 contoh, dari dasar ke terapan
Potongan tulangan D16 sepanjang 1,000 m ditimbang 1,50 kg. Hitung berat nominal, deviasi berat, dan diameter efektifnya.
Berat nominal
- Rumus
- w = 0,00617·d²
- Hasil
- 0,00617 × 16² = 1,580 kg/m
Deviasi berat
- Rumus
- (wukur − wnominal) / wnominal × 100
- Hasil
- (1,50 − 1,580) / 1,580 × 100 = -5,03 %
Diameter efektif
- Rumus
- def = √(w / 0,00617)
- Hasil
- √(1,50 / 0,00617) = 15,59 mm
Uji tarik D16 dengan panjang ukur 200 mm menghasilkan bacaan berikut. Hitung E, fy, dan fu.
| Bacaan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ΔL (mm) | 0,0 | 0,1 | 0,2 | 0,3 | 0,6 | 1,2 | 2,4 | 8,0 | 16,0 | 24,0 | 30,0 | 34,0 |
| P (kN) | 0,0 | 20,1 | 40,2 | 60,3 | 86,9 | 87,3 | 87,1 | 108,5 | 124,6 | 128,7 | 125,1 | 116,0 |
Luas nominal dan konversi
- An
- π × 16²/4 = 201,06 mm²
- Contoh
- P = 40,2 kN → σ = 40.200 / 201,06 = 199,9 MPa; ε = 0,2/200 = 0,0010
Modulus elastisitas
- Titik elastis
- σ ≤ 0,5·σmaks: ε 0 sampai 0,0015
- Hasil
- E = 199,938 / 0,0010 = 199.938 MPa
Tegangan leleh
- Dataran leleh
- σ tetap sekitar 432–434 MPa antara ε 0,003 dan 0,012
- Offset 0,2 %
- perpotongan dengan σ = E(ε − 0,002) di ε = 0,00417
- Hasil
- fy = 433,0 MPa
Kuat tarik
- Hasil
- fu = 128.700 / 201,06 = 640,1 MPa
Setelah putus, kedua potongan benda uji contoh 2 disatukan dan jarak tanda ukur menjadi 233 mm. Tulangan direncanakan sebagai BjTS 420 untuk balok rangka pemikul momen khusus. Periksa syarat tambahan SNI 2847:2019 Pasal 20.2.2.5.
Regangan putus
- Rumus
- (Lu − L0) / L0 × 100
- Hasil
- (233 − 200)/200 × 100 = 16,5 %
Kuat leleh aktual tidak berlebihan
- Selisih
- 433,0 − 420 = 13,0 MPa ≤ 125 MPa, memenuhi
Rasio kuat tarik terhadap kuat leleh
- Hasil
- 640,1 / 433,0 = 1,48 ≥ 1,25, memenuhi
Regangan putus minimum
- Syarat
- mutu 420, D16 ≤ D19: minimal 14 %
- Hasil
- 16,5 % ≥ 14 %, memenuhi
Kerjakan dengan angka soalmu
Praktikum virtual uji tarik. Ketik angka soalmu sendiri, lalu lihat data soal, hasil, pemeriksaan, dan langkah hitungannya. Tanpa login untuk materi dasar.
Yang perlu diingat
- σ = P/An dengan luas nominal; ε = ΔL/L0 dengan panjang ukur 200 mm.
- E adalah kemiringan bagian lurus awal, sekitar 200.000 MPa untuk baja.
- fy dibaca di dataran leleh, atau dengan offset 0,2 % bila tidak ada titik luluh jelas.
- fu = Pmaks/An; regangan putus diukur dari potongan yang disatukan.
- Berat nominal 0,00617·d² kg/m; tulangan kurang berat menurunkan kapasitas.
- Tulangan longitudinal gempa khusus: mutu paling tinggi 420, fy,aktual ≤ fy + 125 MPa, fu/fy ≥ 1,25, dan untuk mutu 420 regangan putus minimum menurut diameter.
σ = P/(πd²/4); ε = ΔL/L0
Offset: σ = E(ε − 0,002)
δ = (Lu − L0)/L0
w = 0,00617·d² kg/m
Materi beta. Topik ini belum ditinjau ahli per bidang. Rumus dan contoh sudah diuji terhadap hitungan manual, tetapi tetap periksa dengan standar aslinya sebelum dipakai untuk pekerjaan.